INFO BEASISWA

Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Mei 2011

Kuota SNMPTN Masih Ada

BANDUNG- Bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN), kesempatan mendaftar di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) masih terbuka lebar sebelum ditutup pada 24 Mei 2011.

Humas Panitia Lokal SNMPTN Bandung, Weny Widyowati menyebutkan, hingga Jumat 20 Mei 2011, peminat SNMPTN memang terus meningkat meski belum mencapai kuota. Sekira seminggu menjelang pelaksanaan ujian tertulis  SNMPTN, jumlah pendaftar sudah mencapai angka sekira 29.000 orang.

“Kuota SNMPTN yang kami siapakan 30.000 kursi. Tetapi kami akan memfasilitasi kalau jumlah peserta melebihi kuota yang kami siapkan,” kata Weny.

Ujian tulis SNMPTN sendiri, kata Weny, akan diselenggarakan selama dua hari, yakni 31  Mei dan 1 Juni 2011. Ujian tulis 31 Mei 2011 meliputi tes potensi akademik dan tes bidang studi dasar yang terdiri dari mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Tes berikutnya, 1 Juni 2011, diisi dengan tes bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Untuk studi IPA tes meliputi mata pelajaran Matematika, Biologi, Kimia dan Fisika. Sedangkan tes studi IPS meliputi mata pelajaran Sosiologi, Sejarah, Geografi dan Ekonomi.

Bagi peserta yang memilih studi Ilmu Pengetahuan Campuran (IPC), pada 1 Juni tesnya dilakukan dua kali, yaitu tes mata pelajaran IPA dan IPS yang dilakukan dalam waktu yag berbeda.

Weny juga mengingatkan, saat mengikuti ujian jangan lupa peserta menyiapkan kartu bukti pendaftaran. Kartu ini harus diisi pasfoto yang sesuai ketentuan. “Hasil SNMPTN 2011 akan diumumkan 30 Juni 2011, yang dapat dilihat di website www.snmptn.ac.id atau melalui media massa,” jelasnya.(rfa) 

http://kampus.okezone.com/read/2011/05/21/373/459531/kuota-snmptn-masih-ada

Berwirausaha, Anak Butuh "Role Model"

JAKARTA - Jiwa wirausaha perlu ditanamkan dalam diri anak sejak belia. Wirausaha bukan sekadar soal berjualan atau bisnis sampingan. Karakter entreprenuer lebih menyasar pada kepribadian yang kreatif, ulet, gigih, percaya diri, dan mandiri.
Anak bisa melatih dirinya mempelajari karakter wirausaha ini melalui pendidikan informal, dengan dukungan orangtua dan lingkungannya. Dengan begitu, anak akan tumbuh menjadi pribadi mandiri dan berprestasi, dalam setiap sisi kehidupannya.
Sembilan perempuan wirausaha, finalis Ernst & Young Entrepreneur Award, memiliki kepedulian tersebut. Para perempuan yang sukses berwirausaha ini meluncurkan Group Social Responsibility, program pelatihan wirausaha selama enam bulan bagi anak putus sekolah.
Lita Mucharom, koordinator Group Social Responsibility, mengatakan fokus utama program ini memang menyasar pada anak putus sekolah usia 17-25 tahun, perempuan, dan memiliki semangat serta motivasi tinggi untuk mengembangkan potensi diri menjadi entreprenuer.
"Jiwa entrepeneur bisa diasah dengan mengubah mindset dan memberikan motivasi kepada anak dan remaja. Anak membutuhkan role model. Anak juga perlu diberikan pemahaman bahwa menjadi berbeda itu baik. Identitas diri tak harus seragam, sama dengan kebanyakan orang. Anak perlu dilatih mandiri dan diyakinkan bahwa mereka bisa menyokong ekonomi," jelas Lita kepada Kompas.com di sela bincang-bincang wirausaha di Jakarta beberapa waktu lalu.
Role model Lita mengatakan, anak membutuhkan role model untuk melatih jiwa kewirausahaan pada dirinya. Role model bisa berasal dari orang dewasa yang sukses berwirausaha, atau anak seusianya.
Namun, jika Lita dan delapan pebisnis perempuan ingin berbagi pengalaman pada remaja perempuan, lain lagi dengan kisah Natasya Asriati (12) dari Tangerang, Banten. Gadis belia akrab disapa Acha ini, secara alami, melatih karakter kewirausahaan sejak duduk di bangku sekolah dasar. Saat berusia delapan tahun, Acha belajar menjajakan makanan yang dibuatnya sendiri, kepada lingkungan di sekitar tempat tinggalnya.
"Saat SD, sekitar usia delapan tahun, Acha berjualan pisang goreng di rumah. Acha memang senang memasak. Begitu melihat ada pisang di rumah, ia punya ide untuk menggorengnya, lalu menjualnya di sekitar rumah. Sayang katanya kalau pisang itu tidak dimanfaatkan. Acha membuat pisang goreng dengan menggunakan kompor minyak, memasak dan menjualnya sendiri, tanpa minta bantuan," tutur Nurwati (50), ibu Acha.
Nurwati mengakui, Kreativitas, keberanian, percaya diri dan mandiri memang menonjol dalam diri Acha. Karakter ini tak lahir dengan sendirinya. Nurwati menilai, kemandirian dan kepercayaan diri terbangun dalam diri anak perempuan ini karena perlakuan setara dan kebebasan di keluarga.
"Acha anak perempuan satu-satunya, dengan dua kakak laki-laki. Ketika melihat kakaknya bebas bermain bola dan sepeda, ia pun melakukan hal yang sama, dan keluarga tidak membatasi. Meski begitu ia juga senang membantu saya memasak di dapur. Ia selalu bertanya bumbu masakan dan cara membuat makanan yang sedang diolahnya bersama saya. Dari pengalaman ini, Acha belajar banyak hal," tutur Nurwati yang mengaku kemandirian pada diri anak perempuannya terlatih secara alami tanpa konsep maupun teori.
Melalui kisah Acha, terbukti bahwa rasa ingin tahu anak yang dikuatkan dengan dukungan keluarga, menghasilkan pribadi mandiri yang kreatif. Pengalaman masa kecil perempuan belia kelahiran 14 Mei 1999 inilah yang kemudian membentuk pribadi mandiri.
Siswi tingkat satu SMP ini dikenal sebagai pribadi yang aktif dan mandiri. Setidaknya, karakter ini bisa menjadi modal dasar semangat dan jiwa kewirausahaan yang bisa terus diasah dalam diri anak muda.

4.000 Siswa Miskin Bakal Dapat Beasiswa

MATARAM — Sekitar 4.000 siswa tingkat sekolah menengah yang berasal dari keluarga kurang mampu memperoleh beasiswa dari Kementerian Pendidikan Nasional agar bisa menyelesaikan sekolah hingga tuntas.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Nusa Tenggara Barat (NTB) H Lalu Basri di Mataram, Jumat (20/5/2011), mengatakan, total beasiswa untuk siswa SMA dan SMK kurang mampu dari Kementerian Pendidikan Nasional tahun anggaran 2011 mencapai Rp 8 miliar lebih.
"Dana beasiswa itu akan dialokasikan untuk sekitar 1.000 siswa SMK negeri dan sekitar 3.000 siswa SMA negeri yang kurang mampu," ujarnya.
Basri menyebutkan, setiap siswa akan memperoleh dana bantuan pendidikan Rp 65.000 per bulan. Uang tersebut diarahkan untuk membeli kebutuhan sekolah, seperti sepatu dan buku.
Penyaluran beasiswa direncanakan dilakukan pada Juni 2011, sesuai dengan harapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menginginkan segala bentuk bantuan sosial kepada masyarakat disalurkan secepatnya.
Basri mengatakan, penyaluran dana bantuan dilakukan melalui Biro Keuangan Sekretariat Daerah NTB ke rekening sekolah penerima beasiswa.
"Siswa yang memperoleh beasiswa berasal dari keluarga kurang mampu dan diusulkan oleh sekolahnya," ujarnya.
Ia menjelaskan, Kementerian Pendidikan Nasional mengalokasikan anggaran untuk beasiswa bagi siswa menengah dari keluarga kurang mampu sebagai salah satu upaya agar siswa miskin bisa mengenyam pendidikan yang layak.
Bantuan dana pendidikan itu juga dalam rangka menekan angka putus sekolah, khususnya di tingkat sekolah menengah, serta untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar dan Angka Partisipasi Masyarakat di tingkat sekolah menengah.
Basri juga menegaskan, bantuan dana pendidikan bagi siswa kurang mampu tidak boleh dimanfaatkan pihak sekolah untuk hal-hal yang bersifat di luar kebutuhan siswa.
"Pemberian beasiswa itu sebagai salah satu upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan di NTB. Kami berharap masyarakat bisa berperan serta dalam pengawasan pengelolaan dana bantuan pendidikan bagi siswa miskin tersebut," katanya. 

http://edukasi.kompas.com/read/2011/05/20/1815369/4.000.Siswa.Miskin.Bakal.Dapat.Beasiswa

Yuk, Belajar Bisnis Tanpa Modal!

JAKARTA, - Untuk pertama kalinya Start Up Weekend diselenggarakan di Indonesia. Sebanyak 325 kegiatan serupa sudah dilaksanakan di seluruh dunia dan menghasilkan 503 bisnis baru.
Program Start Up Weekend pertama di Indonesia itu masuk dalam rangkaian Global Entrepreneurship Week Indonesia 2011. Program ini digelar atas kerjasama Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) dan Indonesia Technopreneur Community (ITC).
Tahun ini, tema yang disusung adalah Sukses Start Up Tanpa Modal. Alasannya, untuk memulai usaha bukan semata-mata bermodalkan uang. Akan tetapi, gagasan atau idelah yang menjadi hal terpenting dalam kesuksesan bisnis baru.
Kegiatan berlangsung selama 54 jam atau tiga hari yang dimulai Jumat (20/5/2011) hingga Minggu (22/5/2011), di International Design School-Epicentrum Walk lantai 3, Rasuna Said, Jakarta Selatan. Sekitar 100 orang Indonesia dengan latar belakang beragam, seperti IT developer, marketer, product manager, dan calon wirausahawan berkumpul bersama untuk berbagi ide, membangun tim, membuat produk atau perencanaan bisnis, serta meluncurkan bisnisnya tersebut.
Antonius Tanan, Presiden Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC), mengatakan kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang belajar soal entrepreneurship.
"Karena di sini para peserta dapat menyalurkan ide-ide terbaiknya yang masih terpendam untuk dimunculkan dan diwujudkan ke dalam bisnis," kata Antonius. 
Dia mencontohkan, wirausahawan muda yang sukses, Anto, alumni UCEC perdana dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, beberapa tahun lalu. Alumni UGM ini memulai usaha tanpa modal.
"Mimpinya yang ingin sama suksesnya seperti Bapak Ciputra sebagai pengusaha properti digantung tinggi. Dengan bermodalkan gagasan pencarian investor dan komunikasi yang baik dengan pemilik tanah, ia telah berhasil menjadi pengusaha properti dengan proyek senilai Rp 500 juta," cerita Antonius.
Antonius mengatakan, negeri ini butuh anak-anak muda yang mau menjadi wirausahawan. Sementara itu, Ciputra mengatakan jika Indonesia punya empat juta entrepreneur, perekonomian Indonesia akan semakin maju dan kesejahteraan masyarakat bukan lagi mimpi.
Dalam kegiatan ini, para peserta Startup Weekend akan dibimbing untuk mewujudkan ide bisnisnya dan mampu membangun bisnis baru tanpa modal.
"Kita berharap, menjamurnya para pengusaha pencipta kerja yang inovatif dan kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di negara ini dan menekan tingkat pengangguran," jelas Nico Budianto, panitia penyelenggara. 

http://edukasi.kompas.com/read/2011/05/20/19440269/Yuk.Belajar.Bisnis.Tanpa.Modal

Minggu, 06 Maret 2011

4 Pelajar Indonesia di Lomba Wirausaha

SANGATTA, KOMPAS.com — Empat pelajar terbaik Indonesia terpilih untuk mewakili Indonesia dalam lomba kewirausahaan tingkat internasional di Cordoba, Argentina, 9-14 Mei 2011.
"Mereka akan bersaing dengan ratusan pelajar lain dari 12 negara di dunia," kata Kepala Bidang Pendidikan Lanjutan dan Menengah Dinas Pendidikan Kutai Timur, Kalimantan Timur, Wagiman, Sabtu (5/3/2011).
Menurut Wagiman, empat pelajar Indonesia yang menjadi duta Indonesia itu berasal dari empat provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur yang diwakili siswa SMA Negeri 1 Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur.
"Saya sendiri yang akan memimpin delegasi pelajar Indonesia yang tergabung dalam Prestasi Junior Indonesia (PJI) ke negara Maradona dan akan meninggalkan Indonesia pada 7 Mei 2011," kata Wagiman melalui telepon selulernya.
Ia mengatakan, Direktur Umum PJI Utami dan Direktur Operasional PJI Robert Kartinen yang memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk mendampingi empat pelajar Indonesia ke Argentina itu.
Menurut dia, empat pelajar yang terpilih itu telah diseleksi dengan sangat ketat oleh tim independen dari PJI sejak Februari lalu. Materi seleksi meliputi bahasa Inggris dan kewirausahaan.
Prestasi Junior bekerja sama dengan Junior Achievement Worldwide melaksanakan program Prestasi Junior, seperti JA Job Shadow dan Simulasi Bisnis JA TITAN untuk mempersiapkan generasi muda menjadi wirausahawan yang inovatif dan menjadi bagian dari tenaga kerja yang tepat guna.
Pelajar Indonesia akan mempresentasikan pendidikan kewirausahaan, inisiatif pengembangan kecerdasan, dan keahlian berbisnis. Mereka akan bersaing dengan pelajar SMU pilihan dari Asia, Australia, Afrika, Amerika, dan Eropa.
Menurut Wagiman, inisiatif Pengembangan Keahlian Kecerdasan Berbisnis akan memiliki dampak besar terhadap kemampuan siswa-siswi agar bisa sukses berkompetisi di perekonomian global.
Selain akan mempresentasikan kewirausahaan, pelajar Indonesia juga akan mempresentasikan potensi dan obyek wisata Indonesia. "Ini merupakan kesempatan yang bagus dan tepat untuk mempromosikan pariwisata Kalimantan Timur dan khususnya Kutai Timur karena potensinya menjanjikan," ujarnya.

sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2011/03/05/1947111/4.Pelajar.Indonesia.di.Lomba.Wirausaha

Minggu, 20 Februari 2011

Sistem Pelaksanaan UN Diubah Tahun 2011

Perubahan mendasar pada pelaksanaan ujian nasional baru bisa dilaksanakan tahun 2011. Pasalnya, jika dilakukan dalam ujian nasional tahun ini yang sebentar lagi digelar pemerintah akan menimbulkan kebingungan bagi siswa dan sekolah.
Kesimpulan akhir untuk pelaksanaan UN tahun ini memang belum bulat. Tetapi keinginan untuk memperbaiki UN guna mengakomodasi keinginan masyarakat mesti dilaksanakan. Untuk itu, kajian komprehensif untuk posisi UN sebagai pemetaan dan juga mencari formula baru penggunaan hasil UN yang tidak merugikan anak didik akan dilakukan. “UN tahun 2010 ini sebagai masa transisi untuk perbaikan mendasar UN di tahun berikutnya,” kata Rully Chairul Azwal, Ketua Panitia Kerja Ujian Nasional (UN) Komisi X DPR RI di Jakarta, Jumat (22/1/2010).
Rully menjelaskan DPR tidak lagi mempersoalkan apakah UN kali ini sah pasca Putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasi pemerintah soal gugatan UN. Dari konsultasi dengan MA, Ketua MA Harifin A Tumpa menegaskan tidak ada penghentian, pelarangan, atau penundaan UN.
Adapun hasil UN sebagai penentu kelulusan, kata Rully, memang masih diperdebatkan. Masih ada fraksi di Komisi X yang meminta supaya hasil UN tidak sebagai syarat kelulusan dan saling memveto.
“Kami menyadari jika standar pendidikan kita belum merata. Jangan sampai UN itu membawa korban pada siswa dan sekolah-sekolah yang belum mencapai standar pelayanan minimum. Tetapi perubahan itu kita siapkan untuk UN berikutnya supaya hasil UN jangan lagi merugikan siswa,” tegas Rully. 
sumber : http://pelajarberprestasi.blogspot.com/2010/02/sistem-pelaksanaan-un-diubah-tahun-2011.html

Sabtu, 19 Februari 2011

Lomba Fotografi dan Desain Poster Sepekan Arsitektur 2011

Deadline: 28 Februari 2011

Himpunan Mahasiswa Arsitektur Universitas Atma Jaya Yogyakarta dalam rangkaian acara Sepekan Arsitektur 2011 mengadakan lomba foto.
KETENTUAN UMUM
  • Tema : Image Of The City
  • Terbuka untuk umum
  • Jenis kamera yang diperbolehkan adalah kamera prosummer, DSLR, SLR, dan pocket
  • Keikutsertaan peserta berupa individu dan maksimal karya yang dikumpulkan masing-maing 3 (tiga) karya tiap peserta
  • Peserta menyertakan softcopy (CD) dan hardcopy (10R), ukuran piksel dan file bebas dan format JPEG sebaik mungkin.
    Setiap karya dikenakan biaya sebesar Rp 20.000,00 —- (3 karya @Rp 20.000,00 ; 3 karya Rp 50.000,00), dibayar saat menyertakan CD, atau bisa transfer ke rekening BNI dengan nomor rekening 0177373899 atas nama Ratri Winahyu
  • Setiap foto harus diberi keterangan yang tersedia pada formulir
  • TOR dan formulir pendaftaran dapat di dapatkan di STAN SEPEKAN ARSITEKTUR 2011 tanggal 24 januari hingga batas pengumpulan pukul 10.00-15.00 ( kecuali hari sabtu, minggu dan hari libur )
    atau dapat di download dibawah ini:

    Tor Lomba Fotografi Sepekan Arsitektur 2011
    Formulir Lomba Fotografi Sepekan Arsitektur 2011
Ralat : Pada TOR pemberian hadiah tertulis diberikan pada acara SOA ( Stage Of Architecture ) pada tanggal 19 Februari 2011 yang benar adalah tanggal 12 Maret 2011
JURI
  • Ir. B. Sumardiyanto, M.Sc. (Dosen Arsitektur UAJY)
  • Kristupa W. Saragih (Penggiat Fotografi)
HADIAH
  • Juara I: Uang Tunai Rp 1.000.000,00 ; Piagam
  • Juara II : Uang Tunai Rp 750.000,00 ; Piagam
  • Juara III : Uang Tunai Rp 500.000,00 ; Piagam
PENGIRIMAN KARYA
  • Dimulai pada 7 Februari 2011 dan diterima panitia paling lambat tanggal 28 Februari 2011
Foto dapat dikirimkan ke:
  • Stand SEPEKAN ARSITEKTUR 2011
    Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Kampus II Thomas Aquinas Jalan Babarsari No. 44 Yogyakarta 55281
PAMERAN KARYA
  • Pameran karya peserta ditampilkan pada tanggal 6-12 Maret 2011 di Lobby dan selasar Kampus II Thomas Aquinas Universitas Atma Jaya Yogyakarta
KONTAK
  • Ratri (085643962966)
  • Steven (08976896872)
  • Wikan (081328074327)
Bagi yang ingin mengikuti lomba poster
Lomba desain dapat dilihat di
lomba desain poster
atau kunjungi website ini
lombasepekanarsitektur.wordpress.com

sumber : http://ajangkompetisi.com/lomba-fotografi-dan-desain-poster-sepekan-arsitektur-2011.html

Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat SMA se-Jawa Tengah

KETENTUAN LOMBA KARYA ILMIAH
Resik Tamanku, Asri Kotaku
A. Persyaratan Administratif
  1. Terdapat satu tema yang dapat dipilih oleh peserta yaitu : Optimalisasi Fungsi Taman Kota bagi Kehidupan.
  2. Peserta Lomba Karya Tulis Ilmiah adalah siswa atau siswi SMA/MA/SMK.Status siswa dapat dibuktikan dengan Fotokopi Kartu Tanda Pelajar dan Surat Keterangan dari Sekolah tersebut yang dsisertakan pada pengiriman
  3. Peserta wajib mempersiapkan presentasi karya ilmiah yang dibuat dalam bentuk Ms. Powerpoint yang dikirimkan bersamaan dengan pengiriman berkas lomba karya ilmiah.
  4. Karya ilmiah ditulis oleh individu atau tim dengan jumlah anggota maksimal tiga orang dan dapat didampingi oleh seorang guru pembimbing.
  5. Jumlah peserta individu/ tim berjumlah maksimal dua dari tiap sekolah.
  6. Tiap individu /tim peserta diwajibkan mengisi formulir pendaftaran dengan menyertakan fotokopi Kartu Tanda Pelajar dan pas foto berwarna ukuran 3×4 (tiga lembar) pada berkas pengiriman.
  7. Karya ilmiah dikirimkan dalam bentuk hardcopy (disampul warna hijau muda dan dijilid rapi sebanyak dua rangkap) beserta softcopy dalam bentuk CD, atau dapat dikirim melalui e-mail dengan menyertakan semua persyaratan pendaftaran.
B. Persyaratan Penulisan

  1. Karya Ilmiah belum pernah diterbitkan ataupun dipubikasikan sebelumnya (Naskah Ilmiah yang pernah terbit di jurnal atau memenangkan Lomba maka naskah tersebut tidak berhak lagi diajukan dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah ini).
  2. Karya Ilmiah yang dilombakan berupa Studi Pustaka ataupun hasil Observasi.
  3. Naskah ditulis menggunakan aplikasi MS.Word
  4. Naskah ditulis minimal 10 halaman termasuk sampul, daftar pustaka dan lampiran.
  5. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia baku dan memperhatikan tata bahasa dan ejaanyang disempurnakan (EYD),sederhana, jelas mengutamakan istilah yang mudah dimengerti dan tidak menggunakana kata singkatan/sms dalam naskah.
  6. Pengiriman melalui e-mail : hmbiologiundip@gmail.com dengan mengirimkan soft copy karya dan kelengkapan persyaratan lain dalam satu folder dengan nama SMA/MA/SMK masing masing.
  7. Batas pengumpulan naskah 21 maret 2010 di ruang Himpunan Mahasiswa BiologiGedung A 101 Kampus FMIPA Undip Jl. Prof.Soedarto Tembalang Semarang 50239.
  8. Pengumuman sepuluh Besar akan dilaksanakan 8 April 2010 melalui web. Panitia http//:www.hmb.bio.undip.ac.id ATAU http://www.hmbiologi.blogspot.com/
  9. Peserta sepuluh besar wajib melakukan presentasi karya ilmiah pada tanggal 15 April 2010 di Gedung dekanat lt 3 Fak.Mipa Undip Tembalang Semarang pukul 12.30 WIB ( jadwal dapat berubah sewaktu waktu dengan pemberitahuan terlebih dahulu )
  10. Peserta sepuluh besar akan diundang untuk mengikuti Talkshow Taman Kota padatanggal 16 April 2010 di Taman KB Semarang Depan SMA 1 Semarang dan dilanjutkan pengumuman pemenang Lomba Karya Tulis
  11. Informasi lebih lanjut bias menghubungi : Himpunan Mahasiswa Biologi Fak.Mipa Undip CP : Adit ( 082138323737 ) Anind ( 085640249933) Email : hmbiologiundip@gmail.com Web : www.hmb.bio.undip.ac.id Blog : http://www.hmbiologi.blogspot.com/
C. Petunjuk Pengetikan

  1. Naskah diketik pada kertas berukuran A4 dengan Huruf Times New Roman dan Fontasi 12, jarak pengetikan 3 cm dari samping kiri, 3 cm dari samping kanan, 4 cm dari tepi atas dan 4 cm dari tepi bawah.
  2. Cara penulisan bab ataupun subab tidak menggunakan sistim Numeral artinya tidak ada penomoran bab maupun subbab
  3. Judul Karya Tulis Ilmiah diketik menggunakan Huruf Kapital denagn Font style Boldfontasi 14 dengan posisi di tengah tanpa digarisbawahi
  4. Judul subbab ditulis dengan font style bold (cetak tebal), dimulai dari sebelah kiri, huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf besar (kapital), kecuali kata-kata tugas, seperti preposisi (“di”, “ke”, “dari”, “yang”, “antara”, “pada”, “untuk”, “tentang”, “dengan”) dan kata sambung (“dan”, “atau”, “sejak”, “setelah”, “karena”).
  5. Judul anak subbab ditulis dengan font style italic (cetak miring) dimulai dari sebelah kiri, huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf besar (kapital), kecuali kata-kata tugas, seperti preposisi (“di”, “ke”, “dari”, “yang”, “antara”, “pada”, “untuk”, “tentang”, “dengan”) kata sambung (“dan”, “atau”, “sejak”, “setelah”, “karena”).
  6. Alinea baru diketik menjorok ke dalam (diberi indentation) sebanyak 7-8 karakter(sekitar 1,25 cm). Nama-nama penulis beserta alamat sekolah diketik tepat dibawah judul karya ilmiah.
  7. Bagian kelengkapan administratif yang meliputi halaman judul, halaman nama/ daftar anggota kelompok, kata pengantar (jika ada) dan daftar isi diberi nomor halaman menggunakan angka romawi kecil di tengah bawah (i, ii, iii dan seterusnya).
  8. Bagian utama (naskah karya ilmiah) diberi nomor halaman menggunakan angka arab yang dimulai dengan nomor halaman 1 (satu) di kanan bawah.
  9. Tabel diberi judul dan penomoran sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. Judul tabel ditulis di atas tabel dengan nomor tabel menggunakan angka arab.
  10. Gambar, baik dalam bentuk grafik maupun foto diberi judul dan penomoran sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. Judul gambar ditulis di bawah gambar dengan nomor gambar menggunakan angka arab.
  11. Karya ilmiah tersusun dari halaman judul, halaman nama/ daftar anggota kelompok, kata pengantar (jika ada), daftar isi, daftar tabel (bila perlu), daftar gambar (bila perlu), pendahuluan, tinjauan pustaka, pembahasan, simpulan dan saran, serta daftar pustaka.
D.Sistematika dan Format Penulisan

Tanpa mengurangi kreativitas dari penulis, naskah hendaknya ditulis dengan sistematika sebagai berikut: diawali dengan Judul, Nama Penulis (termasuk alamat/ nama sekolah) lalu diikuti dengan pendahuluan (termasuk latar belakang, tujuan, rumusan masalah, dan manfaat), Tinjauan pustaka, Pembahasan, Simpulan dan Saran, Ucapan terima kasih (bila ada),serta Daftar pustaka.
  1. Judul Judul tulisan hendaknya menggambarkan isi pokok tulisan secara ringkas dan jelas. Nama-nama penulis ditulis tepat di bawah judul, disertai dengan alamat sekolah penulis dan guru pembimbing.
  2. Pendahuluan Pendahuluan merupakan gambaran umum dari observasi awal dan fenomena mengenai topik yang diangkat. Latar belakang, rumusan masalah, tujuan dari karya ilmiah serta manfaat untuk waktu yang akan datang, ditunjukkan di dalam pendahuluan.
  3. Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka mengemukakan tentang teori-teori yang mendasari pembahasan dan isinya sesuai dengan tema.
  4. Pembahasan umumnya berisi uraian dan analisis berkaitan dengan masalahyang akan dikemukakan. Pembahasan tentang pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari dugaan ilmiah yang dapat bermanfaat untuk kelanjutan bagi pengetahuan di masa mendatang. Pemecahan masalah yang berhasil dilakukan perbedaan dan persamaan dari hasil pengamatan terhadap informasi yang ditemukan dalam berbagai pustaka perlu mendapatkan cacatan di sini.
  5. Simpulan dan Saran Simpulan merupakan bagian akhir tulisan yang membawa pembaca keluar dari pembahasan. Secara umum simpulan menunjukkan jawaban atas tujuan yang telah dikemukakan dalam pendahuluan. Saran merupakan masukan dari penyusun tentang ulasan karya ilmiah yang telah dibuat. Saran juga dapat merupakan anjuran untuk menindaklanjuti karya ilmiah yang telah dibuat.
  6. Daftar Pustaka Daftar pustaka berisikan informasi tentang sumber pustaka yang telah dirujuk dalam tubuh tulisan. Contoh penulisan daftar pustaka:
• Buku dengan pengarang Wirahadikusumah M. 1989. Biokimia. Bogor: IPB Press.
• Buku dengan editorGilman AG, Rall TW, Nies AS, Taylor P, editor. 1990. The Pharmacological Basis of Therapeutics. Ed ke-8. New York: Pergamon.
• Buku dengan Lembaga atau Organisasi sebagai pengarang[Depdikbud] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ed ke-3. Jakarta: Balai Pustaka
. • Buku terjemahan tanpa editorLehninger AL. 1982. Dasar-dasar Biokimia. Ed ke-2. Thenawidjaja M, penerjemah. Jakarta: Erlangga. Terjemahan dari: Principles of Biochemistry.
• Buku terjemahan dengan editorMurray RK et al. 1999. Biokimia Harper. Ed ke-24. Hartono A, penerjemah; Santoso AH, editor. Jakarta: EGC. Terjemahan dari: Harper’s Biochemisty.
F. Cara Mengikuti

  1. Peserta diwajibkan melengkapi persyaratan seperti: mengisi formulir pendaftaran, melampirkan fotocopy Kartu Tanda Pelajar, melampirkan pas foto berwarna ukuran 3×4 sebanyak dua lembar.
  2. Berkas karya ilmiah dalam bentuk hard copy kirimkan dalam amplop folio berwarna cokelat dengan mencantumkan kode lomba Karya Tulis Ilmiah HMB di pojok kanan atas amplop dan dikirimkan selambat-lambatnya tanggal 21 Maret 2011 cap pos, ke alamat: ruang Himpunan Mahasiswa Biologi Gedung A 101 Kampus FMIPA Undip JL.Prof. Soedarto Tembalang Semarang 50239.
  3. Pengiriman dapat dilakukan dengan dua cara: a. Melalui post, berupa berkas sebanyak dua rangkap, softcopy berkas dan softcopy presentasi dalam bentuk CD, formulir pendaftaran dan kelengkapan pendaftaran lain,b. Melalui e-mail berupa softcopy dalam format Microsoft Word, Presentasi Ms. powerpoint, formulir pendaftaran dan kelengkapan pendaftaran lainnya yang disimpan dalam satu folder bernama asal sekolah masing- masing ke alamat (hmbiologiundip@gmail.com)
  4. Biaya pendaftaran sebesar Rp 50.000,00 untuk lomba Karya Ilmiah, dikirim via transfer melalui bank Mandiri dengan nomor rekening 136-00-0637189-9 a.n. Stephanie Reaganty. Bukti transfer dikirim bersamaan dengan pengiriman naskah.
Ketentuan Pemenang:
Lomba karya tulis ilmiah:
Juara I : Rp 1.500.000,00 + sertifikat + tropy dari Gubernur Jawa Tengah*)
Juara II : Rp 1.000.000,00 + sertifikat + tropy
Juara III : Rp 750.000,00 + sertifikat + tropy
Hadiah berupa uang akan dikirimkan melalui nomor rekening peserta*),
*) masih dalam tahap konfirmasi akan dilakukan setelah pengumuman pemenang
FORMULIR PENDAFTARAN
TANGGAL :
NAMA :
1.
2.
3.
TEMPAT/TANGGAL LAHIR:
1.
2.
3.
GURU PEMBIMBING :
ASAL SMA :
ALAMAT SMA :
EMAIL :
PRESTASI :
*satu tim menigrimkan satu form pendaftaran, ke alamat email : hmbiologiundip@gmail.com

Tips Sukses Hadapi UN SMA 2011

Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA/MA/SMK) akan berlangsung kurang dari 2 (dua) bulan terhitung sekarang. Persiapan yang matang sangat diperlukan siswa/ siswi kita jelang masa pertempuran tersebut. Apalagi sekarang para siswa/ siswi akan menghadapi jumlah mata pelajaran yang di UAS (Ujian Akhir Sekolah)-kan akan bertambah.
Sebenarnya, ada beberapa tips atau kiat hadapi Ujian Nasional dengan maksimal dan efektif seperti berikut ini:
1. Persiapkan diri dengan baik.
Sedapatnya mulai sekarang para siswa/ siswi harus fokus untuk belajar membahas soal yang akan diujiankan. Hal ini sangat penting untuk mereka agar secara mental mereka akan siap. Selain itu juga, pelajari dengan baik cara pengisian LJK dan pastikan diri untuk membiasakan pembulatan pada LJK.
2. Jaga waktu istirahat.
Istirahat memberikan efek yang luar biasa bagi tubuh. Tubuh kita tidak boleh terus-terusan dipaksa untuk belajar karena hal ini alan membawa dampak yang tidak baik bagi tubuh. Hasilnya bisa ditebak, pasti akan mengalami kondisi yang tidak diharapkan.
3. Jaga Makanan dan Gizi
Makanan yang bergizi akan membantu tubuh untuk memaksimalkan kerjanya. Hal ini penting untuk menjaga fisik supaya tetap bugar. Sedapat mungkin hindarilah makanan yang bisa membahayakan kondisi tubuh, seperti makanan yang mengandung bahan pengawet (MSG).
4. Berusaha dan BErdoa
Berusahalah agar pada hari H ujian nasional nanti dapat melakukan dan memberikan hal terbaik. Jangan lupa berdoa karena pasti akan ada bantuan dariNYA. Yakinlah!

Untuk membantu latihan, dapatkan soal-soal disini


sumber: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/self-publishing/2114797-tips-sukses-hadapi-sma-2011/

Kamis, 17 Februari 2011

Anak Berbahasa Angka

Pa guru! uba kita pe luka dulu!” (Pa guru! obati luka saya dulu!)
Itu adalah kalimat yang dulu selalu dilontarkan Upi setiap bertemu saya. Sepertinya, kegiatan saya mengobati luka anak-anak baik yang ringan maupun yang parah begitu menarik buat Upi. Kadang dia membuat gambar di kakinya seolah-olah kakinya luka dan ingin saya obati juga. Upi ini anak kelas 2 SD. umurnya baru 7 tahun. Tingkahnya menunjukkan bahwa dia kurang perhatian dan kasih sayang. Setiap habis solat magrib berjamaah di mesjid, Upi selalu baru berhenti mencium tangan saya saat teman-temannya sudah marah karena dia terlalu lama mencium tangan saya. Setiap habis sholat magrib itu, saya selalu membiarkan Upi mencium tangan saya lama-lama. Ada perasaan kasihan dan simpatik. Sepanjang jalan keluar masjid, Upi selalu merangkul sebelah kaki saya sambil berjalan. Dan sebelum dia pulang, sekali lagi dia pasti bilang, “nanti uba kita pe luka dulu ya pa guru!”
Belakangan saya tahu kalau ternyata Upi ini adik dari Kurdi, salah satu murid saya kelas 5. Itu menjelaskan kenapa Upi selalu ada di momen-momen kelas 5. Di rumah hanya ada neneknya yang sudah sangat tua dan harus mengurus 7 cucu nya. Jadi setiap kali kurdi pergi, Upi selalu ikut. Orang tua kurdi tinggal di Labuha. Saya belum tahu persis kenapa Kurdi dan Upi tidak tinggal bersama kedua orang tuanya di Labuha, tapi yang jelas, Upi dan Kurdi sangat jarang bertemu kedua orang tuanya. Saya pikir keadaan itu cukup menjelaskan kenapa Kurdi tumbuh jadi anak yang sering mencari perhatian di kelas alias bandel dan Upi menjadi manja dan haus kasih sayang. Tapi saya tahu sebenarnya mereka berdua adalah anak-anak yang manis. Buktinya saja setiap malam mereka pasti main ke rumah untuk belajar atau bahkan sekedar ingin tahu apa yang saya kerjakan di kamar. Kalau saya perbolehkan masuk kamar untuk melihat, tanpa saya sadar, sering kali mereka membereskan kamar saya. Terlihat bahwa mereka ingin membuat saya senang.
Tiga hari yang lalu, sore hari saat sedang mengerjakan sesuatu di kamar, tiba-tiba Bahtiar datang nongol di jendela kamar bilang kalau Ayono, ketua kelas 5, kakinya terpotong dan berdarah banyak. Saya langsung berlari ke rumahnya sambil membawa perlengkapan P3K. Ayono, Kurdi dan Upi tinggal satu rumah bersama nenek mereka. Ayono ini sepupu Kurdi dan Upi. Tapi bedanya, orang tua Ayono masih tinggal di pelita. Rumah orang tuanya terletak di pinggir desa sehingga menurut orang tuanya lebih baik Ayono tinggal bersama neneknya di dekat sekolah. Kembali ke kaki terpotong, singkat cerita, karna ternyata ada pembuluh darah yang putus di kaki Ayono sehingga darahnya mengucur deras tidak berhenti, saya memutuskan untuk mengevakuasinya ke Desa tetangga, Indong, yang memiliki fasilitas Puskesmas dan perawat. Lukanya harus dijahit. Saya meminjam ketinting penduduk dan berangkat ke Indong. Ayono mendapat 3 jahitan didalam dan 8 diluar. Si Ketua kelas ini tidak menangis sedikitpun dengan luka separah ini. anak desa.
Besok malamnya saya menjenguk Ayono ke rumah orang tuanya di pinggir desa. Kurdi dan Upi menemani saya berjalan ke rumah Ayono. Sepanjang jalan saya menemukan hal yang sangat menarik buat saya. Upi ini sepertinya berbakat dengan angka-angka. Waktu itu saya isengmemberikan soal-soal matematika pada kurdi. Perkalian, pembagian dan penjumlahan. Sepanjang jalan saya main “tebak-tebakan” dengan Kurdi. Begitu saya kasih pertanyaan pengurangan 63-22, tidak sampai 3 detik saya mendengar suara Upi keras “41 pa guru!!”. Saya kaget. Upi yang sebelumnya hanya mengikuti kami berjalan sambil menggumam sendiri tiba-tiba menjawab pertanyaan saya dengan sangat cepat untuk ukuran anak kelas 2 SD. Bahkan dia menjawab sebelum Kurdi menjawab. Lalu saya coba lagi, “berapa 76-33 Upi?”, “43??” Upi menjawab dalam waktu beberapa detik saja. Setiap kali saya bilang betul dengan begitu semangat, Upi dengan lucunya selalu bertepuk tangan dan loncat. Tapi saat beberapa kali jawabanya salah karena kelebihan 1 atau kurang 1, dia selalu menepuk-nepuk jidatnya dengan tidak kalah lucunya. Saya sempat penasaran bagaimana cara Upi menghitung begitu cepat. Dia bahkan tidak menggunakan jari-jarinya. Belakangan saya temukan, Upi tidak memerlukan waktu untuk menjawab 75-15, 53-23, dan 44-14. Dia sudah mampu membayangkan bahwa bilangan yang ujungnya sama itu jika dikurangkan pasti hasilnya akan genap puluhan. Dan dia menggunakan bayangan itu untuk menjawab 76-33. Dia mengasumsikan pengurangnya adalah 36 sehingga dia tau jawabannya pasti empat puluh sekian. Barulah dia menambahkan 40 dengan 3 (selisih antara 36 dan 33). Setelah saya mengetahui cara yang dipakai bocah 7 tahun ini, barulah saya sadar kenapa Upi biasanya salah pada soal pengurangan yang angka belakang bilangan pengurang lebih besar daripada angka belakang bilangan awalnya seperti 33-16, 75-27, dan 66-19. Di rumah Ayono, sambil menjenguk Ayono, saya tidak bisa berhenti bermain dengan Upi. Kurdi bilang pada saya bahwa adiknya itu memang jago penjumlahan. Dia “akrab” dengan angka-angka.
Saya tertarik mengeksplor sejauh mana Upi  berbakat dengan angka-angka. Saya ajari dia pembagian. Saya tanya “berapa 10 : 2?”, upi menjawab 8. Dia kira masih soal pengurangan. Lalu saya ceritakan pada Upi bahwa 10 : 2 itu ibaratnya Upi dan Kurdi pergi memancing dan mendapat 10 ikan. “Berapa ikan yang didapat masing-masing orang?”. Upi langsung cepat menjawab “5!!oooh..tau tau pa guru!”. saya kasih lagi beberapa soal pembagian ringan dan Upi menjawab soal-soal itu dengan semangat dan selalu meminta saya memberinya soal lagi. Saya juga ajari dia garis bilangan. Sekarang dia sudah tahu bahwa 2-5 itu -3. Dia sekarang sudah tahu bahwa 2-5 itu membuat orang harus berhutang 3. Dan hutang itu adalah tanda negatif (min).
Untuk anak berumur 7 tahun dan baru duduk di kelas 2 SD, saya pikir Upi ini sangat berbakat dengan angka-angka. Saya ingat mama selalu bisa membuat anak-anaknya senang matematika. Mama punya seribu satu cara mengajari anak-anaknya matematika. Rizky, anaknya Mba Minah yang sekarang tinggal bersama mama juga mendapatkan hal yang sama dari mama. Dari kecil dia sudah senang matematika. Tapi Upi ini tidak kenal dengan mama saya. Dia bahkan jarang sekali bertemu mamanya sendiri. Tapi dia dikaruniai bakat dengan angka-angka. Apa jadinya dia kalau kenal sama mama saya.
Sekarang, setiap bertemu saya Upi tidak lagi meminta pura-pura diobati lukanya. Sekarang setiap bertemu saya dia selalu bilang “kase kita kurang-kurang tambah-tambah dulu pa guruu!!” sambil berlari menghampiri dan memeluk sebelah kaki saya.
Upi, si anak berbahasa angka. Sekarang setiap saya sedang sendiri dan terbayang Upi dengan wajah polos dan kecerdasannya, rasanya saya ingin menangis jika membayangkan anak sekecil itu tidur setiap malam tanpa ditemani Ibunya. Bangun setiap pagi hanya tahu bahwa dia harus pergi ke sekolah. Tidak ada yang mencium dia, atau bahkan mungkin sekedar mengusap kepalanya. Masa kecil saya penuh dengan kasih sayang mama dan papa. Saya tahu bagaimana rasa aman dan nyamannya kasih sayang mama dan papa. Itu kenapa saya iba sekali. Saya membayangkan apa yang saya rasakan dulu saat kecil, tidak Upi rasakan di masa kecilnya sekarang.

 
Saya berjanji pada diri saya sendiri, bahwa Upi boleh mencium tangan saya selama dia mau tidak peduli walaupun seringkali dia ingusan. Dia boleh memeluk sebelah kaki saya selama dia mau tak peduli walaupun dia basah habis berenang di laut atau bau matahari habis panas-panasan. Dan setiap dia lari berteriak dan menghampiri saya meminta kurang-kurang tambah-tambah, saya akan kasih pertanyaan-pertanyaan sebanyak dia mau.
Kasih sayang itu bisa dibuat tidak terbatas. Jadi jika saya merasa mampu mengasihi dan menyayangi, kenapa tidak saya bagi dengan Upi dan anak-anak saya yang lain yang juga membutuhkan kasih sayang itu.
“Ayo Upi belajar yang rajin! Kalau Kurdi bilang dia mau jadi Dokter, kamu juga bisa bilang mau jadi apa saja yang kamu mau di dunia ini ….”

Blog of The Week
Rahmat Danu Andika
Pengajar Muda di Kabupaten Halmahera Selatan

sumber : http://www.indonesiamengajar.org/index.php?m=program.pelatihan

3 Idiots

Beberapa hari yang lalu aku baru aja nonton 3 Idiots. Awalnya aku pikir ini cuma film komedi biasa, tapi ternyata….. unbelievable!! Sumpah keren abis!! 10 jempol deh buat film ini (temen-temen pinjem jempolnya yah :p)

Setau aku film ini udah ditayangin dari bulan Januari, tapi sayangnya cuma di Jakarta dan itu pun cuma di bioskop-bioskop tertentu. Promosi tentang film ini juga ga terlalu banyak, aku justru lebih tau dengan My Name Is Khan dan sama sekali ga tau apa itu 3 Idiots. Tapi herannya kenapa begitu banyak orang yang ngerekomendasiin film ini sih?! Apalagi ini adalah film India, jarang-jarang banget kan?! Apa sih keistimewaannya?!

Dan akhirnya film ini masuk juga ke Palembang. Masuk ke bioskop di Palembang sih udah dari bulan kemaren, tapi aku baru berkesempatan buat nontonnya beberapa hari yang lalu. Dan seperti yang aku bilang, kereeeeennnn abiiiiizzzzz…!!

Film ini ga seperti film India kebanyakan yang biasanya bercerita tentang cinta-cintaan mulu, justru menurut aku cerita cinta di film ini hanyalah sebagai pemanisnya doang. Duduk selama kurang lebih 3 jam di bioskop sama sekali ga berasa deehh… aku suka banget dengan alur ceritanya yang ga biasa, unpredictable dan ending yang manis, bukan tipikal happy ending yang standar.

Oh iya, ngomongin film India pasti ga lengkap kalo ga pake lagu-lagu dan tarian. Tapi tenang ajah, di film ini ga terlalu banyak kok lagu dan tari-tariannya. Lagipula ga ada tuuh yang namanya joget-joget di pohon ato kejer-kejeran di taman bunga seperti khasnya film India, yang ada malah (menurut aku) musiknya asik-asik dan udah ada pengaruh baratnya kayaknya, soalnya kita akan mendengar dominannya suara gitar seperti di lagu “give me some sunshine”, beda banget dengan lagu India yang biasanya agak-agak mirip dangdut gituh (mirip tapi beda siihh, nah lho?!).

Akting para pemaennya juga top banget. Pemeran utamanya Aamir Khan yang pada kenyataannya sudah berusia 44 tahun tapi dapat memerankan karakter mahasiswa yang berusia 20an dengan tanpa cela. Salut banget deehh dengan bapak satu ini!! Dulu sih aku taunya aktor India yang keren aktingnya cuma Shahrukh Khan doang, dan sekarang ternyata ada Khan lainnya juga, TOP!!

Ada banyak banget hal-hal positif yang bisa kita petik dari film ini. Seperti quote yang satu ini: “Follow excellent then money will follow you”. Intinya jangan bercita-cita untuk menjadi sukses tapi bercita-citalah menjadi yang terbaik. Sebagai seorang mahasiswi aku bener-bener nyambung banget ama pesan yang mau disampaikan oleh film itu. Film itu mengajarkan bahwa yang namanya kuliah itu untuk mencari ilmu, bukan untuk mencari nilai. Aku jadi teringat setiap kali baru mulai semester baru, biasanya dosen yang baru masuk untuk mengajar di hari pertama selalu menjelaskan kriteria penilaian. Berapa persen dari absenlah, berapa persen dari tugas, kuis, mid, dll. Tanpa disadari sedari SD sampe sekarang kita seakan sekolah dituntut untuk mendapatkan nilai, bukannya ilmu. Miris banget kan?! Kira-kira bisa ga yah pola pandangan pendidikan kita berubah?! Menjadikan pendidikan sebagai ajang mencari ilmu bukan hanya mencari nilai atau peringkat semata.

Quote lainnya yang aku dapet adalah: “Make your passion as your profession”. Agak susah juga sebenernya, walopun bukan berarti ga mungkin. Aku tau ada beberapa orang di luar sana yang berhasil menjadikan mimpinya sebagai profesinya. Lha aku sendiri?! Apakah aku memang ingin menjadi seorang akuntan? Atau auditor? Atau mungkin memimpikan bekerja di Bank atau Departemen Keuangan gituh? Sebenernya ga juga siihh… bahkan bisa dibilang akuntansi sama sekali bukan ‘passion’ aku, tapi pertanyaannya sekarang apakah menulis bisa dijadikan profesi? BISA! Tapi mungkin aku harus bertempur dengan realita dulu untuk bisa mewujudkan mimpiku itu.

Dan masih banyaakk lagi hikmah yang bisa kita ambil, salah satunya adalah kata-kata ‘all izz well’ (all is well). Intinya yakinlah bahwa semuanya akan baik-baik saja maka semua yang terjadi akan baik-baik saja. Film ini mampu membuat emosi penonton naik turun. Saat tertawa tiba-tiba bisa nangis, trus tertawa lagi, trus nangis lagi, bahkan bisa tertawa sambil nangis. Bagi yang udah nonton pasti taulah gimana kerennya, dan bagi yang belom film ini recommended banget buat ditonton. It’s worth it!


sumber : http://yolistiayu.blogspot.com/2010/04/3-idiots.html

Belajar Membuat Komunitas

Komunitas sebenarnya hampir sama dengan organisasi yaitu sekumpulan orang yang memiliki satu tujuan tertentu. Tapi komunitas jauh lebih simpel atau sederhana dan keanggotaanya bersifat sangat terbuka. Biasanya komunitas hadir dari kebiasaan yang sama oleh beberapa orang yang iseng-iseng ngumpul. Hanya bedanya dengan organisasi pada umunya komunitas lebih enjoy (nyantai) karena model kepemimpinannya lebih pastisipatif

Untuk memulai sebuah komunitas sederhana saja sebenarnya, tidak sesulit organisasi yang harus punya kantor, kop surat dan macam-macamnya-lah. Ada contoh beberapa komunitas yang kemudian menjadi besar dan eksis sampai tingkat nasional seperti komuniat nge-blog, komunitas bike to work, komunitas sepeda onthel dan masih banyak lagi

Bagaimana memulai komunitas?

Pertama, untuk awal membuat komunitas kita petakan dulu, komunitas kita ini, seperti kesamaan apa yang akan diambil sehingga jelas “kelamin” komunitas yang akan kita bentuk, misalnya kamunitas pembaca majalah tertentu, atau komunitas film indie. Kedua, setelah jelas apa komunitas yang akan kita bangun, selajutnya kita tentukan tujuan akhir dari komunitas kita, hanya sekedar kumpul-kumpul saja atau ada ikatan khusus yang nantinya bisa menjadi modal sosial untuk masing – masing anggota komunitas

Ketiga, tentukan model kepemimpinan komunitas dan aturan main pergantiannya dengan prinsip partisipatif. Keempat, jalankan beberapa event yang tidak perlu mengeluarkan budget yang besar yang bisa menunjukkan eksistensi dan kontribusi dari komunitas itu terhadap masyarakat di sekitarnya, Kelima, tularkan informasi komunitas ini melalui media seperti blog, friendster, facebook dan pers release ke media lokal dan nasional moga aja ada yang tertarik dan membuat komunitas yang sama diseluruh antero jagad raya atau minimal komunitas kita menginspirasi banyak orang untuk berbuat yang sama dalam bentuk lain, Keenam, ya sudah mulai saja membuat komunitasnya karena teori itu 1% dan praktek itu 99% tingkat keberhasilannya.
Selamat mencoba untuk semua …………


Putra Batubara,
Pernah aktif juga dalam komunitas anak-anak pecinta alam
Di Lubukpakam

Sabtu, 12 Februari 2011

Menumbuhkan Motivasi Pelajar

Dalam setiap bidang, motivasi selalu dibutuhkan, karena inilah yang menjadi pendorong atau tenaga untuk bergerak. Begitupun dengan pelajar. Motivasi pelajar dibutuhkan agar siswa lebih giat dalam belajar dan berinovasi menghasilkan karya yang positif.

Untuk memotivasi pelajar, ada beberapa cara. Diantaranya adalah:

1. Menetapkan visi

Setiap pelajar hendaknya memiliki visi yang jelas. Untuk apa dia belajar? Apa yang diharapkan begitu ia menyelesaikan studinya? Dengan demikian, ia tidak akan asal saja dalam menjalani proses studinya.

Seorang Luiz Alvarez, peraih Nobel Fisika, selalu melaksanakan nasihat ayahnya untuk selalu duduk diam sambil memejamkan mata dan berusaha memikirkan persoalan baru, untuk kemudian diteliti dan dipecahkan.

Ia selalu bermimpi untuk menjadi The Most, The Best and The First dalam setiap bidang yang digelutinya. Kebiasaan baik Luiz ini bisa dijadikan motivasi pelajar, agar memiliki mental juara.

2. Belajar bukan karena paksaan

Jadikan belajar sebagai makanan, dimana Anda akan lapar jika tidak melakukannya. Buat bagaimana caranya agar belajar menjadi aktivitas yang menyenangkan, bukan suatu paksaan. Memang, awalnya ini seperti sebuah pengorbanan.

Namun jika Anda menjalaninya dengan ikhlas, maka lama kelamaan Anda akan bisa menikmati proses belajar, bahkan ketagihan. Leon Joseph, seorang seniman Prancis di abad 19 bisa memotivasi pelajar melalui nasihatnya : Kebahagiaan adalah mereka yang berani bermimpi dan berani berkorban demi mewujudkan mimpinya.

3. Fokus

Sebuah ungkapan yang sangat bagus untuk  memotivasi pelajar adalah : kehidupan tidak akan pernah menjadi luar biasa tanpa fokus, dedikasi dan disiplin.

Dengan fokus, maka akan membuat Anda lebih tajam dalam menentukan sasaran. Ibaratnya, sinar matahari tidak akan bisa membakar kertas, akan tetapi jika sinar ini difokuskanlewat sebuah kaca pembesar, sinar ini mampu membakar tidak hanya kertas, tapi bahkan daging pun bisa matang terbakar.

4. Tidak ada kamus menyerah

Setiap orang pastinya pernah mengalami kegagalan. Mungkin Anda juga pernah mengalaminya. Bisa jadi Anda sudah bersusah payah, berjuang, belajar, namun Anda tidak mendapatkan hasil yang Anda inginkan.

Kesuksesan akan mendatangi siapa saja yang tidak takutterhadap kegagalan. Begitulah ucapan Winston Churchill, tokoh terpenting sejarah Inggris Modern dan sejarah dunia, yang bisa memotivasi pelajar.

5. Membutuhkan waktu dan kesabaran

Kata-kata seorang Napoleon Hill mungkin bisa dijadikan motivasi pelajar : kesabaran, keteguhan hati, dan kerja keras adalah kombinasi untuk sukses. Karenanya, jika Anda ingin sukses, maka Anda harus siap menjalani prosesnya.

Akan beda hasilnya jika Anda belajar ketika akan ujian saja, dengan mereka yang belajar secara rutin. Persiapan mendadak dalam ujian, bisa jadi akan mengacaukan semuanya. Ingatan yang tidak mengendap lama akan mudah hilang begitu saja.

Ingat, tidak semua orang yang sukses memiliki prestasi yang bagus sejak kecil. Bahkan, tidak sedikit yang menemui masalah, seperti disleksia atau sukar mengeja kata-kata.

Sebut saja dalam hal ini Bill Gates (pendiri dan CEO Microsoft) dan Lee Kuan Yew (mantan Perdana Menteri Singapura, kemudian menjadi menteri Senior) adalah dua contoh penderita disleksia yang berhasil.

Kunci mengatasi masalahnya tidak lain adalah memberikan pengulangan belajar dan memberikan dorongan pada anak tersebut. Itulah mengapa, motivasi pelajar ini memegang peran penting dalam mendukung kesuksesan seseorang.
sumber : http://www.anneahira.com/motivasi/motivasi-pelajar.htm

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Modern Warfare 3