INFO BEASISWA

Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Februari 2011

Anak-anak yang Terampas Hidupnya Oleh Kanker

Jakarta, Hidup dengan kanker tidak pernah mudah, apalagi bagi anak-anak yang tentunya punya begitu banyak harapan dan cita-cita untuk masa depan. Hanya dengan semangat juang yang tinggi, anak-anak pengidap kanker berikut ini bisa tetap penuh semangat.

Salah satu anak pengidap kanker adalah Gitta Sessa Wanda Cantika alias Keke, yang pernah populer karena menulis puisi berjudul Surat Kecil untuk Tuhan, sesaat sebelum meninggal. Ia meninggal akibat Rabdomiosarkoma, sejenis kanker jaringan lunak yang namanya saja bahkan sangat sulit untuk dilafalkan oleh gadis 13 tahun ini.

Kisah Keke kemudian ditulis oleh Agnes Danovar dalam sebuah novel dengan judul sama dengan puisinya, lalu difilmkan oleh Skylar Pictures. Film ini dirilis dalam peringatan Hari Kanker Anak Sedunia 2011 bersama Yayasan Onkologi Anak Indonsia (YOAI)di FX Plaza Senayan, Minggu (13/2/2011).

"Kisah Keke ini sangat inspiratif, menunjukkan bahwa anak yang menderita kanker tidak boleh menyerah dan kehilangan semangat. Harus terus berjuang seperti Keke," kata Dinda Hauw, aktris cilik berusia 14 tahun yang memerankan tokoh Keke di film tersebut.

Selain Keke, masih banyak lagi pengidap kanker yang harus merelakan sebagian impian itu terampas oleh penyakit. Beberapa di antaranya sempat ditemui oleh detikHealth dalam peringatan Hari Kanker Anak Sedunia 2001 dan berikut inilah kisahnya.

Restu (laki-laki, 17 tahun, kanker tulang)Kalau saja Restu tidak jatuh lalu mengalami patah tulang di usia 12 tahun, mungkin saja tumor ganas yang bersarang di tulang kakinya tidak akan ketahuan. Meski tumor itu sudah bisa diangkat, namun ia harus rela kehilangan kaki kanannya yang diamputasi untuk mencegah sel-sel kanker itu terus menyebar.

"Sebelum patah tulang, sama sekali tidak ada tanda-tanda kalau Restu punya kanker. Kalaupun ada keluhan, paling-paling hanya sering merasa ngilu, pegel-pegel," ungkap Sri Winarti, ibu kandung Restu.

Tidak cukup hanya kehilangan kaki kanan, Restu masih harus menanggung dampak serius dari kemoterapi yang dijalaninya. Sejak tahun 2009, ia mengalami gagal ginjal akibat terlalu banyak mengonsumsi obat kanker sehingga harus rutin melakukan cuci darah sebanyak 2 kali dalam setiap minggu.

Sarno (laki-laki, 9 tahun, kanker mata)Sama seperti Restu, Sarno asal Lampung juga mengetahui dirinya terkena kanker setelah mengalami sebuah kecelakaan. Saat bermain ketapel, peluru milik salah seorang teman nyasar dan mengenai matanya hingga memerah dan terasa perih.

"Sempat periksa ke dokter praktik, tapi beberapa minggu kemudian matanya malah membengkak. Sarno kami bawa ke RSUD Lampung, ternyata ada kanker dan dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo," tutur Rasidi, kakak Sarno yang setia mendampingi adik bungsunya selama 6 bulan lebih dirawat di Jakarta.

Saat ini Sarno masih harus menjalani kemotrapi dan beberapa kali pemeriksaan, sehingga Rasidi memperkirakan keluarganya belum bisa pulang ke Lampung dalam 6 bulan ke depan. Rasidi cukup tegar dan selalu optimistis Sarno akan sembuh, meski mata kanannya tidak akan pernah bisa melihat lagi karena sudah diangkat.

Denie (laki-laki, baru saja meninggal di usia 20 tahun, leukemia)Hingga berusia 13 tahun, Denie Ramadhan Noerdin adalah remaja yang sangat enerjik dan punya obsesi ingin masuk tim inti bola basket di sekolahnya. Namun sejak didiagnosis menderita kanker darah atau leukemia, Denie harus mulai melupakan impian itu karena dokter melarangnya untuk beraktivitas hingga terlalu letih.

"Setelah dikemoterapi, Denie sebenarnya sempat dinyatakan sembuh. Namun sejak itu dia mengalami relaps (kumat) 2 kali dan yang terakhir sudah tidak tertolong, Denie wafat 2 Februari 2011. Kondisinya saat relaps yang terahir, testis membesar," kenang ayah Denie, Tonie Noerdin.

Kendati bertahun-tahun hidup dengan leukemia, Tonie mengakui semangat hidup anak sulungnya itu sangat luar biasa. Meski tidak bisa sekolah dengan normal seperti remaja lain, ia tetap ingin belajar melalui home schooling hingga SMA. Sejak tidak boleh main basket, ia juga menekuni hobi baru yakni fotografi.

sumber : http://health.detik.com/read/2011/02/13/143459/1570368/764/anak-anak-yang-terampas-hidupnya-oleh-kanker

Jumlah Anak Pengidap Kanker Makin Banyak

Jakarta, Meningkatnya jumlah anak yang mengidap kanker tentu memprihatinkan, sebab kanker merupakan penyebab dari sekitar 10 persen kematian anak. Di sisi lain, peningkatan ini juga bisa menunjukkan kemajuan dalam hal mendeteksi kanker.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dalam acara peringatan hari kanker anak sedunia 2011 yang digelar Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) di FX Plaza, Senayan, Minggu (13/2/2011).

"Salah satu kendala dalam menangani kanker adalah sulitnya mendeteksi kanker. Peningkatan jumlah kasus, khususnya pada anak-anak bisa berarti memang jumlah penderitanya meningkat. Namun  bisa juga berarti peningkatan dalam hal kemampuan mediagnosis," ungkap Menkes.

Menurut catatan WHO, kejadian kanker pada anak cenderung meningkat dibandingkan 2 dasawarsa terdahulu. Dari 6,25 juta kasus kanker yang baru terdiagnosis setiap tahunnya, 4 persen atau sekitar 250 ribu di antaranya adalah anak-anak.

Di Indonesia sendiri, kanker diderita oleh sekitar 150 dari 1 juta anak-anak atau sekitar 2-3 persen dari jumlah kasus pada seluruh rentang usia. Oleh karena itu, diperkirakan setiap tahun ada 4.100 kasus baru pada anak di seluruh Indonesia.

Bila dibandingkan dengna jumlah kasus pada orang dewasa, kanker pada anak secara global di seluruh dunia memang tidak terlalu besar karena hanya sekitar 2-4 persennya. Namun dari jumlah ptersebut, kanker telah menjadi pemicu pada 10 persen kasus kematian anak.

Menkes menambahkan, jenis kanker yang paling banyak menyerang anak-anak pada saat ini adalah leukemia atau kanker sel darah putih. Kanker mata menempati urutan berikutnya dan menyebabkan banyak anak menjadi buta permanen.

Dalam peringatan Hari Kanker Anak Sedunia kali ini, YOAI sekaligus menyosialisasikan gold ribbon atau pita emas sebagai lambang resmi kanker anak internasional. Warna emas dipilih karena seperti logam mulia, sebagai lambang bahwa anak-anak begitu berharga dan perlu dijaga dari risiko kanker yang mematikan.

sumber : http://health.detik.com/read/2011/02/13/132359/1570348/763/jumlah-anak-pengidap-kanker-makin-banyak

Penyakit yang Bisa Disembuhkan Sendiri oleh Tubuh

Jakarta, Tidak semua penyakit butuh obat, sebab tubuh punya mekanisme alami untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit. Agar tidak terjebak dalam konsumsi obat yang berlebihan dan tidak rasional, kenali penyakit-penyakit yang bisa sembuh sendiri.

Hampir semua jenis penyakit yang sifatnya akut (berlangsung singkat, tidak menahun) merupakan self limiting disease artau penyakit yang akan sembuh dengan sendirinya. Beberapa di antaranya dipicu oleh gangguan pada mekanisme alami tubuh manusia, namun sebagain besar disebabkan oleh virus.

Berbeda dengan infeksi bakteri, infeksi virus tidak bisa diobati dengan antibiotik. Dikutip dari chestofbooks, Senin (7/1/2011), infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya karena sistem kekebalan tubuh akan membentuk perlawanan untuk membunuh dan menyingkirkan virus-virus tersebut.

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang termasuk self limiting disease dan tidak membutuhkan obat khusus selain untuk mengatasi gejala yang menyertainya.

1. Cacar airPenyakit yang lebih sering menyerang anak kecil ini dipicu oleh infeksi virus varicella-zoster. Gejala cacar air atau chickenpox antara lain gatal-gatal, bentol kemerahan di sekujur tubuh dan disertai demam tinggi.

Meski pada anak sehat bisa sembuh dengan sendirinya, cacar air bisa juga menyebabkan komplikasi yang mematikan. Diperkirakan dalam setahun ada sekitar 100 orang tewas dan lebih dari 14.000 orang masuk rumah sakit karena komplikasi cacar yang meliputi asma, pneumonia serta dehidrasi akibat mual-muntah dan diare.

Meski tetap diberi antivirus, pengobatan untuk penyakit ini lebih banyak ditujukan untuk mengatasi gejala dan mencegah infeksi penyerta. Misalnya penurun panas untuk mengatasi demam, kalamin untuk mengurangi gatal dan antiseptik untuk mandi atau membersihkan tubuh.

2. Flu dan pilekCommon cold atau pilek ditularkan oleh virus influenza, bukan oleh bakteri seperti yang diduga oleh sebagian orang. Oleh karena itu, antibiotik tidak perlu diberikan apabila tidak disertai radang maupun demam yang mengindikasikan adanya infeksi penyerta oleh bakteri.

Pemberian antibiotik sering tidak ada gunanya, karena pengobatan yang lebih dibutuhkan pada flu dan pilek adalah obat-obat simptomatik atau pengurang gejala. Misalnya dekongestan untuk melegakan tenggorokan, antialergi untuk bersin-bersin dan pereda batuk jika diperlukan.

Suplemen multivitamin juga penting untuk diberikan dalam kondisi seperti ini, karena bisa meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh. Secara alami, sistem imun yang sehat dengan sendirinya akan membentuk perlawanan terhadap virus flu.

3. Batuk yang tidak disertai radangBatuk merupakan mekanisme alami dalam tubuh untuk menyingkirkan benda asing dari saluran pernapasan. Tanpa harus diobati, umumnya batuk akan berhenti ketika rangsangan benda asing itu sudah hilang.

Batuk baru butuh antitusif atau pereda batuk jika sangat mengganggu aktivitas dan memicu radang karena tidak sembuh-sembuh.

Jenis batuk produktif yang disertai dahak bahkan tidak boleh dihentikan, namun perlu diberi ekspektoran atau pengencer dahak agar pengeluaran lendir-lendir tersebut bisa berlangsung lebih lancar.

4. Diare nonspesifikDiare dibagi menjadi 2 jenis yakni diare spesifik dan diare nonspesifik. Diare spesifik disebabkan oleh infeksi bakteri, sementara diare nonspesifik merupakan mekanisme alami untuk mengeluarkan benda asing yang dianggap berbahaya oleh saluran pencernaan.

Diare spesifik ditandai dengan demam dan didiagnosis berdasarkan pemeriksaan laboratorium. Obat yang perlu diberikan untuk jenis diare yang satu ini adalah antibiotik, dengan jenis dan kekuatan yang disesuaikan dengan jenis bakteri dalam hasil pemeriksaan.

Sementara diare nonspesifik yang terjadi antara lain setelah makan cabai terlalu banyak, tidak perlu diobati karena akan sembuh dengan sendirinya. Selama dirasa belum terlalu mengganggu aktivitas, kondisi ini cukup diatasi dengan oralit untuk mengantisipasi dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh.

5. Alergi gatal-gatalMeski beberapa jenis obat antihistamin atau antialergi bisa dibeli dengan bebas, bukan berarti obat ini harus digunakan setiap kali mengalami gatal-gatal karena alergi. Reaksi alergi hanya terjadi jika ada faktor pemicu, sehingga langkah paling tepat adalah menghindari hal-hal yang memicunya.

Obat antihistamin sebaiknya hanya dikonsumsi jika faktor pemicu alergi memang tidak terhindarkan, misalnya cuaca dingin. Jenis-jenis makanan tertentu jika masih bisa dihindari maka lebih baik dihindari saja daripada harus minum obat.

6. Jerawat bintik putihBanyak yang menawarkan obat-obatan untuk menghilangkan jerawat atau Acne vulgaris di wajah. Padahal selama tidak disertai infeksi, jerawat biasa yang sering memiliki bintik putih di dalamnya akan hilang jika kebersihan dan kadar minyak di permukaan kulit selalu terkendali.

Sebagian besar jerawat bisa disebabkan oleh penyumbatan kelenjar minyak oleh kotoran maupun bekas make-up yang tidak dibersihkan. Fungsi minyak sendiri adalah menjaga kelembaban kulit agar tidak kering dan pecah-pecah.

7. Molluscum ContagiosumPenyakit kulit yang dicirikan dengan benjolan-benjolan (papulla) bening dan berair ini disebabkan oleh infeksi virus dan lebih banyak menyerang anak-anak dibandingkan orang dewasa. Karena ditemukan juga di sekitar alat kelamin dan bisa menular lewat kontak langsung, penyakit ini sering dikira penyakit menular seksual.

Meski tidak berbahaya, benjolan-benjolan itu bisa pecah bila tergores atau digaruk sehingga membuka pintu untuk terjadinya infeksi pada bekas luka. Namun bagi individu dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, penyakit kulit ini bisa sembuh sendiri dalam waktu 6-12 bulan.

8. ChikungunyaPenyakit ini disebabkan oleh jenis virus bernama Alphavirus dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Gejalanya antara lain demam tinggi sampai menggigil yang disertai rasa ngilu yang menusuk hingga ke otot dan tulang sehingga disebut juga flu tulang.

Meski gejalanya sangat parah, virus yang menyebabkan penyakit ini tidak dibasmi sehingga obat yang diberikan hanya untuk mengatasi gejala seperti diberi penurun panas untuk mengatasi demamnya. Untungnya, gejala ini hanya berlangsung antara 5-10 hari dan akan sembuh dengan sendirinya.

9. Hand, foot and mouth disease (HFMD)Penyakit tangan, kaki dan mulut disebabkan oleh infeksi berbagai jenis virus dari keluarga Picornaviridae terutama Enterovirus 71 (EV-71). Virus ini lebih banyak menyerang bayi dan anak-anak terutama pada musim panas.

Gejala yang menyertai penyakit ini adalah demam dan ruam seperti herpes di sekitar tangan, kaki dan mulut. Umumnya gejala-gejala tersebut akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari dan tidak meninggalkan bekas apapun.

10. Kikuchi-Fujimoto diseaseSesuai namanya, penyakit yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV) ini ditemukan oleh Dr Masahiro Kikuchi dan Y Fujimoto pada tahun 1972. Gejalanya adalah demam yang disertai pembengkakan di leher akibat adanya pelebaran pada pembuluh limpa.

Penyakit langka yang lebih banyak ditemukan di wilayah Asia ini sering menyerang kaum mudah khususnya wanita pada rentang usia 20-30 tahun. Obat yang diberikan hanya bertujuan untuk mengatasi demam sementara untuk infeksinya belum ada obatnya, namun akan sembuh dengan sendirinya.

Penyakit Misterius di Sarang Playboy

Los Angeles, Pemilik industri hiburan khusus dewasa Playboy, Hugh Hefner boleh saja mengklaim rumah mewahnya bebas dari penyakit kelamin. Namun siapa sangka, sejumlah pengusaha terserang penyakit misterius seusai menghadiri pertemuan di tempat itu.

Para korban adalah peserta DOMAINfest Global Conference, yang salah satu rangkaian acaranya adalah pesta-pesta di Playboy Mansion milik Hugh Hefner yang terletak di Los Angeles, awal bulan lalu. Usai pesta itulah, sejumlah peserta mendadak mengalami demam, sesak napas dan sakit kepala akut.

Departemen kesehatan publik Los Angeles mengatakan gejala tersebut menunjukkan kemungkinan infeksi Legionellosis, sejenis bakteri pemicu Legionnaires disease. Bakteri tersebut biasanya menular lewat hembusan udara dari pendingin ruangan (air conditioner) yang jarang dibersihkan.

"Terus terang kami belum tahu dari mana sumber infeksi tersebut. Dugaan bahwa infeksi terjadi di Playboy Mansion baru sebatas spekulasi," ungkap salah satu perwakilan DOMAINfest Global Conference seperti dikutip MSNBC, Minggu (13/2/2011).

Jika dalam investigasi departemen kesehatan publik nantinya diketahui bahwa sumber infeksi adalah pendingin ruangan di Playboy Mansion, maka hal itu akan menjadi pukulan bagi Hugh Hefner. Selama ini, kakek berusia 84 tahun ini amat yakin bahwa rumah mewah seluas 2.042,7 m2 tersebut sangat terjaga kebersihannya.

Bukan hanya soal kebersihan ruangan, Hefner juga sangat yakin dengan 'kebersihan' alat reproduksi (bagi Hefner mungkin alat rekreasi) para penghuninya. Dalam wawancara dengan The Daily Beast beberapa waktu lalu, Hefner mengaku tidak pernah merasa perlu memakai kondom saat berhubungan seks dengan siapapun di Playboy Mansion.

"Tak ada seorangpun di rumah ini yang pernah kena penyakit kelamin. Saya sangat hati-hati soal itu dan di sini semua orang selalu diperiksa kesehatan reproduksinya. Tidak ada yang saling menularkan meski tak pakai kondom, bahkan tidak pernah ada yang hamil kecuali 2 orang yang memang saya nikahi," kata Hefner kala itu.

sumber : http://health.detik.com/read/2011/02/13/160159/1570389/763/penyakit-misterius-di-sarang-playboy

Tahukah kamu, stres dapat menimbulkan penyakit maag

Apa yang terjadi bila kamu mengalami sakit maag? Sakit pastinya di sekitar hulu hati. Ada yang ngeganjel nusuk-nusuk. Apa kira-kira penyebabnya? Telat makan, makanan yang bersifat pedas atau kecut atau lainnya. Saya menemukan penyebab terbaru yang saya baru dapatkan setelah membaca buku mengenai stres. Mungkin yang sudah tahu akan menilai ini sudah lumrah, namun saya akan memberi informasi bagi yang belum tahu. Siapa tahu dapat mengurangi penyakit maag dalam diri kita.
Stres adalah suatu kondisi di mana keadaan tubuh terganggu karena tekanan psikologis. Biasanya stres bukan karena penyakit fisik tetapi lebih mengenai kejiwaan. Akan tetapi bisa muncul akibat lemah dan rendahnya daya tahan tubuh pada saat tersebut.
Banyak hal yang bisa memicu stres, seperti rasa khawatir, perasaan kesal, rasa letih berlebihan, frustasi, perasaan tertekan, kesedihan, pekerjaan yang berlebihan, terlalu fokus pada suatu hal, perasaan bingung dan rasa takut. Biasanya hal ini dapat diatasi dengan konsultasi kepada psikiater atau beristirahat total.
Sayang, tak semua orang mampu mengelola stres, sehingga banyak penyakit (fisik) yang timbul. Mulai dari maag, liver, jantung, stroke, kanker dan sebagainya.
Maag, penyakit yang kita bahas ini ternyata dapat ditimbulkan dari stres. Sakit maag muncul karena produksi lambung berlebih. Nah, saat kamu stres, tubuh akan memproduksi asam lambung dalam jumlah di atas normal dan juga mengikis lapisan lambung atau mukosa, yang pada akhirnya menimbulkan rasa perih, yang kita kenal dengan penyakit maag.
Untuk itu, jauhi gaya hidup yang dapat memicu timbulnya stres. Bangunlah lebih pagi agar tidak terburu-buru ke kantor / kampus/ sekolah biar tidak terkena macet, berolahragalah secara teratur, jauhi rokok dan alkohol serta selalu berpikir secara positif.

sumber  : http://asmarie.blogdetik.com/2010/07/17/tahukah-kamu-stres-dapat-menimbulkan-penyakit-maag/?l991101blog

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Modern Warfare 3