INFO BEASISWA

Tampilkan postingan dengan label prestasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label prestasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Mei 2011

Raih Nilai Tertinggi Dapat Rp 2,5 Juta

MALANG, — Peraih nilai ujian nasional (UN) tertinggi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, mendapatkan hadiah uang tunai masing-masing sebesar Rp 2,5 juta.
Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Malang Suwandi, Jumat (20/5/2011), mengatakan, ada empat siswa yang meraih nilai UN tertinggi atau masing-masing jurusan satu siswa. Peraih nilai UN tertinggi itu berasal dari sekolah berbeda.
Peraih nilai UN tertinggi SMA jurusan IPA adalah Rika Damayanti dari SMAN 1 Bantur dengan nilai 55,30 atau rata-rata 9,2. Jurusan IPS diraih oleh Umamah dari SMAN Turen dengan nilai 53,50.
Untuk jurusan bahasa diraih oleh Riyan Nuansa Dirga dari SMAN 1 Kepanjen dengan nilai 54,10 dan untuk kategori SMK diraih oleh Nur Aziza dari SMKN Turen dengan nilai 37,50.
"Peraih nilai UN tertinggi dari masing-masing jurusan dan SMK ini diberi reward berupa uang tunai masing-masing sebesar Rp 2,5 juta. Nominalnya memang tidak besar, tetapi paling tidak ada perhatian bagi siswa-siswi yang berprestasi," kata Suwandi.
Ia berharap uang tersebut bisa digunakan untuk biaya pendaftaran ke jenjang yang lebih tinggi (kuliah). Hadiah ini juga diharapkan bisa menjadi pemicu bagi siswa lain untuk belajar lebih giat dan lebih berprestasi.
Dengan demikian, lanjut Suwandi, pada pelaksanaan ujian nasional tahun 2012 siswa lebih matang dalam mempersiapkan diri. "Bukan berarti mereka belajar hanya untuk mengejar reward dari Diknas, tetapi mereka belajar benar-benar untuk dirinya agar lebih berprestasi," tegasnya.
Hadiah tersebut diberikan bersamaan dengan upacara Hari Kebangkitan Nasional 2011 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Di Kota Malang, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA juga menyiapkan sejumlah hadiah bagi siswa-siswi peraih nilai UN tertinggi dari tiga jurusan, yakni IPA, IPS, dan Bahasa.
Selain siswa-siswi peraih nilai UN tertinggi, guru bidang studi peraih nilai UN tertinggi juga diberikan hadiah. Hanya saja, nominal hadiah yang diberikan tersebut dirahasiakan.
Peraih nilai UN tertinggi SMA negeri program IPA diraih oleh Rizal Danang Dwi Cahyono dari SMAN 1 dengan nilai 56,70, program IPS diraih oleh Chairina Utama dari SMAN 2 dengan nilai 54,60, dan program Bahasa diraih oleh Ayu Sukma dari SMAN 9 dengan nilai 53,00.
Sementara nilai UN tertinggi SMA swasta seluruhnya diraih oleh siswa-siswi SMAK St Yusup, yakni program IPA oleh Vicky Riana Handayani dengan nilai 56,80, program IPS oleh Alfano Harun dengan nilai 52,70, dan program Bahasa oleh Angela Maria Flavia Hartono dengan nilai 51,40. 

http://edukasi.kompas.com/read/2011/05/20/18230647/Raih.Nilai.Tertinggi.Dapat.Rp.2.5.Juta

Minggu, 20 Februari 2011

Pemprov DKI Beri Beasiswa untuk Siswa Berprestasi

Jakarta
Untuk mengurangi angka putus sekolah bagi anak-anak di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memberikan beasiswa kepada para pelajar dan mahasiswa yang berprestasi dalam berbagai kejuaraan seni, budaya, olah raga dan sains tingkat nasional maupun internasional 2010.

Kali ini, sebanyak 233 siswa SD, SMP, SMA dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mendapatkan beasiswa dari Yayasan Beasiswa Jakarta. Besaran beasiswa yang diberikan yaitu untuk peraih medali emas diberikan beasiswa sebesar Rp 3 juta per orang, peraih medali perak sebesar Rp 2,5 juta per orang dan peraih perunggu sebesar Rp 2 juta per orang.

"Ini harus dipertahankan terus menerus karena Jakarta tidak punya pilihan lain selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya. Sehingga kita harus memanfaatkan segala tenaga dan sumber daya kita untuk mendukung para pelajar dan mahasiswa yang berprestasi," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balaikota Jakarta, Kamis (10/2/2011).

Ia mengatakan, prestasi para pelajar dan mahasiswa dalam kejuaraan nasional dan internasional tersebut tidak hanya memberikan kebanggaan bagi Jakarta, tapi juga membuktikan bahwa Kota Jakarta memiliki cukup banyak pelajar dan mahasiswa yang berbakat dan berprestasi. Selain itu, prestasi tersebut juga menunjukkan kualitas pendidikan di Jakarta sangat baik.

Foke mengaku bangga memiliki SDM berkualitas melalui pelajar dan mahasiswa yang berprestasi. Padalnya mereka diharapkan bisa memberi kontribusi untuk kepentingan dan peningkatan kesejahteraan warga Jakarta. "Mereka merupakan generasi yang tangguh dan memiliki karakter bangsa yang bermartabat serta siap menghadapi tantangan masa depan," ujarnya.

Keseriusan Pemprov DKI dalam memajukan kualitas pendidikan di Jakarta terlihat dari anggaran pendidikan yang dialokasikan dalam APBD DKI 2011 yaitu sebesar 26 persen lebih. Anggaran tersebut diperuntukan bagi pembangunan sarana dan prasana pendidikan yang memerlukan peningkatan kualitas, peningkatan kesejahteraan guru, rehabilitasi gedung, dan menuntaskan program wajib belajar.
sumber : http://www.today.co.id/education/index/10022011/9900/Pemprov_DKI_Beri_Beasiswa_untuk_Siswa_Berprestasi

Menpora: Pelajar Berprestasi di Bidang Olahraga dapat Beasiswa

PALEMBANG--MICOM: Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengatakan, pihaknya akan menyediakan beasiswa bagi pelajar yang memiliki prestasi di bidang olahraga.

"Jadi bukan hanya pelajar yang pintar dalam pelajaran saja yang dapat beasiswa, tetapi mereka yang berprestasi dalam bidang olahraga juga kini bisa sekolah secara gratis," kata dia pada acara dialog dengan siswa, guru dan mahasiswa di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (22/1).

Dalam tanya jawab dengan para siswa yang juga dihadiri Wapres Boedino itu, menpora mengatakan, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah menyekolahkan atlet berprestasi melalui program Pusat Pengembangan dan Latihan Pelajar.

Begitu juga untuk para mahasiswa, lanjut dia, pihaknya juga telah melakukan pembinaan melalui Pusat Pengembangan dan Latihan Mahasiswa.

Kesemuanya itu dibiayai pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga. Sehubungan dengan itu, ia mengingatkan, siswa perlu meningkatkan prestasi di bidang olahraga, sehingga bisa mendapat beasiswa.

Memang, lanjut menpora, atlet sekarang terus diperhatikan, sehingga siswa tidak perlu ragu lagi terjun di dunia olahraga karena kesejahteraannya telah lebih baik.

"Begitu juga di Sumsel sudah banyak atlet berprestasi di tingkat nasional, sehingga mereka ada yang sudah mendapat beasiswa," ujar dia. (Ant/OL-9)
sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2011/01/22/197719/88/14/Menpora-Pelajar-Berprestasi-di-Bidang-Olahraga-dapat-Beasiswa

Sabtu, 19 Februari 2011

Lomba Film Dokumenter Bali 2011

Deadline: 6 Juni 2011
Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menyelengarakan Festival Film Dokumenter Bali 2011 bersamaan dengan Pesta Kesenian Bali 2011.
Festival Film Dokumenter 2011 bisa diikuti oleh Pelajar ( SMA ) umum dan utusan Kabupaten/kota se-Bali dan Nasional.

KRITERIA DAN PERSYARATAN PESERTA LOMBA
Persyaratan Umum:
  1. Kompetisi terbuka untuk warga negara Indonesia berusia 19 tahun ke atas.
  2. Film peserta kompetisi harus film dokumenter (panitia memiliki hak untuk mengkualifikasikan apakah film peserta termasuk film dokumenter atau tidak).
  3. Karya film dokumenter merupakan produksi tahun 2008-2011.
  4. Film tidak berupa profil lembaga/perusahaan, iklan layanan masyarakat, trailer film dan video musik.
  5. Film utuh tanpa disertai potongan jeda untuk iklan.
  6. Materi film (objek, musik, stock shoot, dan lain-lain) tidak melanggar Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Pelanggaran dan gugatan atas HAKI terhadap karya yang diikutkan dalam kompetisi ada di luar tanggung jawab Panitia dan Juri.
  7. HAKI pada karya yang disetor tetap dimiliki oleh Peserta.
  8. Panitia berhak menggunakan semua karya peserta sebagai arsip serta menayangkannya kepada publik dalam ruang terbatas untuk keperluan pelestarian dan pembinaan kebudayaan di Bali. Penayangan di stasiun televisi oleh Panitia harus seizin Pemilik HAKI.
  9. · Durasi karya antara 10 (sepuluh) menit hingga 30 (tiga puluh) menit, termasuk credit title.
  10. · Format materi karya berupa DVD – Video PAL
Persyaratan Khusus (Kategori Ponsel):
  1. Kompetisi terbuka untuk warga negara Indonesia berusia 15 – 18 tahun (siswa SMA/SMK)
  2. Durasi karya antara 2 (dua) menit hingga 5 (lima ) menit, termasuk credit title.
  3. Karya documenter direkam dengan kamera ponsel
  4. Format materi karya yang disetor berupa DVD – Video PAL
Kelengkapan Pendaftaran:
  1. Peserta harus mengisi formulir pendaftaran dengan lengkap dan benar (dapat diunduh di internet).
  2. Peserta harus menyetorkan Preview Copy (materi film dokumenter yang akan digunakan saat seleksi awal) sebanyak 7 (tujuh) copies dalam bentuk DVD -Video Pal.
  3. Peserta harus menyetorkan Screening Copy (materi film dokumenter yang akan diproyeksikan ke layar lebar saat festival) dalam bentuk DVD -Video Pal (Kualitas Master).
  4. Peserta harus menyetorkan foto potongan adegan film atau still photo berbentuk file digital dengan resolusi 300 dpi format .jpeg dalam CD terpisah (digunakan saat seleksi administrasi dan keperluan cetak katalog).
  5. Peserta harus menyerahkan sinopsis film dalam bahasa Indonesia (maksimal 500 karakter atau ? halaman A4 – kuarto).
  6. Peserta harus menyerahkan fotokopi tanda pengenal berupa :
KTP/SIM/Paspor untuk peserta Kategori Umum
Kartu Pelajar untuk peserta Kategori Ponsel
Semua kelengkapan pendaftaran dikemas dalam satu amplop tertutup dan dikirim ke sekretariat :
Panitia Festival Film Dokumenter Bali 2011
Dinas Kebudayaan Provinsi Bali
Jalan Ir. Juanda No. 1 Niti Mandala, Denpasar 80235, Bali
Tel. 0361-245297 Fax: 0361-264474
U/p. Maria Ekaristi
Karya diterima oleh panitia paling lambat tangKarya diterima oleh panitia paling lambat tanggal 6 Juni 2011 (Cap Pos)
Dinas Kebudayaan Provinsi Bali
Jalan Ir. Juanda No. 1 Niti Mandala, Denpasar 80235, Bali
Tel. 0361-245297 Fax: 0361-264474
E-mail: ekaristi@gmail.com
U/p. Maria Ekaristi
Untuk informasi silakan menghubungi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali alamt Jln. Ir. Juanda no 1 Renom, telp (0361)243621 dan (0361)264474.
Info lebih lanjut di: http://www.disbud.baliprov.go.id/

sumber : http://ajangkompetisi.com/lomba-film-dokumenter-bali-2011.html

Senin, 14 Februari 2011

Siswa SD Muhammadiyah Sabet The Best Robot Design di Singapura

Surabaya- Siswa SD Muhammadiyah 4 Surabaya Axel Dawne Yunianto Aribowo berhasil menyabet gelar The Best Robot Design dalam kompetisi Singapore Robotic Games 2011 yang berlangsung di Singapura 25 – 27 Januari 2011.
 Axel berhasil menyisihkan beberapa kompetitor dari 15 negara lannya, dengan total 37 tim, sebagai jawara dalam gelar bergengsi The Best Robot Design. Solihin Fanani, kepala sekolah SD Muhammadiyah 4 Surabaya mengaku sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh anak didiknya yang memang baru yang pertama untuk kompetisi Internasional.
Axel yang merupakan siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 4 Surabaya berangkat dengan tim yang berasal dari SMP Muhammadiyah 1 Surabaya. Axel pertama kali menjuarai kompetisi nasional ketika kelas 4 SD, saat menjuarai Kontes Robot Nasional yang diikuti SD sampai SMK Se-Indonesia. 

sumber :  http://kelanakota.suarasurabaya.net/?id=048a443457f002e0e8335d41e282aedb201188378

Siswa SMK Surabaya Rakit 4.484 Netbook & Pecahkan Rekor MURI

Saat ini adalah era internet. Untuk mencari informasi atau berkomunikasi di dunia maya diperlukan alat atau media yang canggih. Komputer jinjing adalah salah satunya, baik berupa laptop, notebook, netbook atau sejenisnya, seperti iPad. Siswa-siswi SMK di Surabaya membuktikan diri bahwa mereka sanggup merakit laptop sendiri dalam jumlah massal. Sebanyak 4.484 unit netbook atau laptop mini berhasil mereka rakit untuk kebutuhan sendiri.
Perangkat tersebut akan dibagikan ke sekolah-sekolah menengah kejuruan baik negeri maupun swasta di Jawa Timur sepanjang pertengahan Januari 2011. Netbook itu dirakit 700 siswa SMK negeri dan swasta di Surabaya pada akhir November 2010 atas dukungan Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan Nasional.
Beberapa kepala sekolah SMK seperti dari Kabupaten Malang dan Bojonegoro terlihat mengambil komputer jinjing mini itu 17 Januari 2011. Sebelum diserahkan, komputer jinjing mini dicek ulang oleh tim yang terdiri atas 12 siswa kelas X SMKN 2 Surabaya didampingi Hary Subagio Kepala Program Teknologi Informatika sekolah tersebut.
“Sesungguhnya sudah ada beberapa pengecekan awal, tetapi kontrol terakhir ini untuk meyakinkan karya siswa SMK memang bisa digunakan. Lagipula, ini sekaligus untuk pembelajaran siswa,” tutur Hary.
Kepala SMKN 2 Surabaya Bahrun menambahkan, 4.484 komputer jinjing mini ini dibagikan kepada SMK Negeri Swasta se-Jawa Timur. Sebanyak 340 unit diberikan kepada 78 SMK Negeri Swasta di Surabaya. Adapun sisanya didistribusikan kepada 898 SMK Negeri dan Swasta di luar Surabaya, di Jatim.
Distribusi komputer jinjing mini untuk sekolah-sekolah di luar Surabaya hampir rampung pekan ini. Setelahnya, kata Bahrun, distribusi untuk sekolah di Surabaya. Diharapkan pekerjaan ini selesai sebelum Januari berakhir.
Setiap SMK mendapatkan 4 unit komputer jinjing mini dengan prosesor intel 1,66 GHz, perangkat keras (harddisk) 250 GB, memory 1 GB – DDR 3, perangkat baca kartu 8 in 1 card reader (MMC/RSmmc/sD).
Kepala SMK PGRI Pakis Haji Kabupaten Malang Guswan Effendy mengatakan, sekolahnya akan memanfaatkan empat komputer jinjing mini ini untuk pembelajaran. Apalagi, sekolahnya memiliki LCD. Sedangkan Kepala SMK Islam Donomulyo Kabupaten Malang Imam Safi’i, mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan penggunaan komputer di sekolah dalam pembelajaran siswa.
Untuk perakitan itu, SMKN 2 Surabaya mencatatkan diri dalam rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemrakarsa perakitan laptop terbanyak.

Sumber: Kompas

UMY Kembangkan Detektor Dini Tanah Longsor

Tanah longsor merupakan salah satu bencana yang rawan terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan alat yang mampu mendeteksi tanah longsor sehingga dapat menekan atau mencegah terjadinya korban jiwa.
Hal itulah yang melatarbelakangi Dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr.Eng. Agus Setyo Muntohar, S.T., M.Eng.Sc., beserta timnya memberikan sosialisasi mengenai alat deteksi dini tanah longsor di Kampus Terpadu UMY pada 20 Januari 2011.
Lebih lanjut Agus menjelaskan mengenai pemahaman terhadap tanah longsor itu sendiri. “Kita perlu memahami dua hal terkait tanah longsor yaitu faktor penyebab dan pemicu. Faktor penyebab biasanya dimiliki oleh tanah itu sendiri. Mulai dari tingkat kemiringan lereng, ketika memiliki lereng yang lebih curam maka resiko tanah tersebut akan longsor cukup tinggi,” urainya.

Faktor penyebab selanjutnya ialah vegetasi atau tanaman yang tumbuh. Ketika tanah tersebut tidak terdapat jenis tanaman apa pun maka juga akan cenderung mudah terjadi longsor. Kemudian jenis batuan, batuan ada yang mudah terkena pelapukan lalu banyak rekahan hal tersebut juga akan mudah memicu terjadinya langsor.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam penuturannya adalah faktor pemicu. Faktor pemicu terdiri dari berbagai hal, misalnya gempa atau hujan. Faktor penyebab ditambah dengan faktor pemicu akan menyebabkan tanah longsor.

“Berdasarkan faktor-faktor tersebut, kemudian diupayakan cara untuk membuat sistem peringatan dini longsor. Berdasarkan jenis-jenis longsor kemudian faktor pemicu, penyebab, tekanan air serta pergerakan tanah kemudian dibuatlah sistem peringatan dini tanah longsor.” ungkap Agus.

Terkait alat deteksi dini tanah longsor, Dosen Teknik Elektro UMY, Iswanto, S.T, M.Eng menambahkan bahwa selama ini alat-alat deteksi longsor cenderung mahal sehingga tidak semua lapisan masyarakat yang tinggal di daerah longsor dapat memiliki alat tersebut sehingga seringkali jatuh banyak korban. “Oleh karena itu diperlukan alat deteksi longsor yang lebih terjangkau masyarakat dengan deteksi yang lebih akurat.”ujarnya.

Biasanya alat deteksi longsor hanya memberikan informasi mengenai curah hujan kemudian dipasang kamera yang nantinya akan menampilkan jika terjadi longsor. “Hal itu selain kurang efektif seringkali cenderung belum terjangkau harganya untuk masyarakat. Sehingga diperlukan alat yang lebih efektif dan terjangkau untuk masyarakat agar masyarakat dapat memperoleh informasi lebih dini terkait tanah longsor sehingga harapannya korban jiwa dapat ditekan.” tegasnya.

Seperti diungkap Iswanto bahwa alat tersebut paling tidak mampu mendeteksi curah hujan. “Selain itu mampu mendeteksi tekanan air dalam tanah. Alat seperti yang saat ini kami kembangkan,” jelasnya.
Kemudian dengan sensor tertentu dimana ketika tanah bergerak dalam jarak tertentu alat tersebut akan mengeluarkan suara yang nyaring. “Selain sirine nantinya alat tersebut akan langsung mengirimkan pesan via sms yang melaporkan terjadi potensi tanah longsor. Untuk mencegah respon sms atau jaringan sms yang padat, alat ini juga dilengkapi fungsi telepon. Sehingga ketika terjadi potensi longsor alat ini langsung menghubungi nomor yang sebelumnya sudah disimpan dan diatur cara kerjanya. Misalnya nomer pak lurah atau aparat desa yang lain.” urainya.
Keduanya berharap melalui alat tersebut korban jiwa dapat ditekan. “Melalui alat ini semoga tidak banyak korban jiwa ketika muncul tanah longsor karena sudah diberikan peringatan terlebih dahulu,” harapnya.

sumber : http://indonesiaproud.wordpress.com/2011/01/25/umy-kembangkan-detektor-dini-tanah-longsor/

Arrival Dwi Sentosa: Siswa SMP Pembuat Anti Virus Artav

Sepintas tak ada yang istimewa pada siswa kelas 2 SMP Negeri 48 Bandung ini. Dia terlihat layaknya anak-anak seusianya yang doyan main game dan internetan. Ternyata di balik itu, Arrival Dwi Sentosa (13) menyimpan potensi yang luar biasa di bidang teknologi anti virus.


Anak kedua dari pasangan Herman Suherman (45) dan Yeni Soffia (38) ini menciptakan Artav Anti Virus. Anti virusnya ini dibuat olehnya selama setahun dengan menggunakan komputer usang milik keluarganya.

Walaupun ciptaan bocah umur belasan, namun anti virus berbasis visual basic ini cukup mumpuni dalam melawan virus lokal ataupun global. Tampilan grafis yang sederhana serta dukungan data base virus yang terus terbarui membuat Artav Anti Virus ini banyak diunduh.

“Nama Artav adalah singkatan dari Arrival Taufik Anti Virus. Nama saya Arrival Dwi Sentosa dan kakak saya Taufik Aditya Utama. Itu saya singkat jadi Artav biar keren,” tutur bocah yang akrab dipanggil Ival ini di rumahnya di Gang Adiwinata No 9, Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ival mengaku melibatkan kakaknya yang baru duduk di kelas 2 SMA Negeri 25 Bandung ini karena dirinya tidak bisa mendesain. Karenanya semua desain yang ada dalam program anti virus buatannya adalah hasil kreasi kakaknya.
“Saya yang membuat programnya, kakak yang membuat desainnya. Saya tidak bisa mendesain. Desain Artav saat ini kakak yang membuatnya. Bagus ngga,” katanya.

Asal Muasal Lahirnya Artav
Asal muasal ketertarikan dirinya untuk membuat anti virus karena kekesalan dirinya terhadap komputer di rumahnya sering terkena virus dan setiap saat dia berkali-kali harus menginstal ulang untuk membasmi virus yang menginfeksi komputernya. Dari kekesalan tersebut akhirnya dia mencoba mempelajari virus. Hal yang tak lazim dilakukan oleh anak seusianya.
“Habisnya saya kesal. Komputer di rumah selalu kena virus dan saya harus sering-sering instal ulang. Saya penasaran dengan virus-virus yang menyerang komputer di rumah. Saya cari tahu di internet bagaimana cara kerja virus dan saya beli buku tentang visual basic untuk memahami cara kerja virus,” katanya menjelaskan awal ketertarikannya kepada virus.
“Setahun yang lalu, saat kelas 1 saya mulai utak-atik. Saya pelajari karakter virus-virus yang suka menyerang komputer saya. Terus saya beli buku Visual Basic,” kata Ival menerangkan.
Sebenarnya Ival sudah tertarik dengan komputer sejak dia duduk di kelas 3 SD. Saat itu keluarganya membeli satu unit komputer untuk mendukung usaha jasa servis dan konter handphone milik ayahnya.
“Dulu saya suka main game PinBall di komputer milik bapak. Terus katanya ada kode-kode yang bisa membuat game itu mudah dimainkan. Saya utak-atik sendiri dan akhirnya bisa membuat kodenya,” tuturnya sambil malu-malu.

Belajar dari Buku dan Internet

Kemampuan Arrival  dalam membuat anti virus ternyata bukan dari pendidikan formal atau kursus programing. Tanpa guru tanpa pembimbing. Hanya buku dan internet yang menjadi gurunya. “Saya belajar dari buku dan internet,” katanya polos.




Ival pun menunjukkan koleksi bukunya yang disimpan di kolong meja yang terletak di ruang tamu. “Ini bukunya. Saya baru punya 20 buku,” katanya sambil menunjukan lima buku dan satu modul yang dia susun sendiri dari mencetak artikel-artikel tentang programing dan komputer di internet.

Sebenarnya Ival bukan tidak mau untuk belajar secara formal tentang programing. Permasalahannya selain memerlukan biaya, tidak adanya tempat kursus yang memberikan materi programing virus.
“Dulu dia sempat minta kursus. Kalau buat anak mah saya paksain lah, walaupun ngga ada juga. Tapi saya bingung, ini mau kursus apa yah. Tidak ada yang bisa. Lagian dia juga masih SMP. Jadi ya sudah lah dia belajar sendiri dari buku dan internet. Tidak ada yang membimbingnya,” ungkap ayah Ival.

Kemampuan Ival ini sangat luar biasa. Pasalnya di dalam keluarga besarnya tidak ada yang memiliki kemampuan programing seperti dirinya. “Keluarga besar saya rata-rata jebolan SMK. Tidak ada yang punya kemampuan programing seperti dia,” sambungnya.

Penghargaan Anti Virus Lokal Terbaik

Perlu waktu setahun bagi Ival untuk membuat Artav. Awalnya Ival memberikan anti virus buatannya kepada teman-temannya dan keluarganya. Mendapatkan respons yang positif, dirinya lalu memberanikan diri untuk memposting anti virus buatannya di akun facebook miliknya. Begitu diposting di facebook, respon dari masyarakat cukup bagus.

Saat ini Artav sudah didownload oleh 26.267 pengguna. Bukan dalam negeri saja, tapi juga ada yang dari luar negeri. Data base virusnya pun sudah hampir 2.000-an. Hampir tiap hari Ival menambah virus ke dalam data base-nya.
Artav merupakan antivirus berbasis visual basic dan support 100 persen unicode system. Selain itu, fitur-fitur yang ada cukup variatif. Mulai dari Realtime Protection, Anti Hacker, Mail Scanner, USB Protected dan Link Scanner. Bahkan di versi terbarunya 2.4, Artav juga menambahkan fitur Worm Detector dan Rootkit Detector.

Saat dijajal, Artav mampu membasmi virus anyar yang tengah menjangkiti banyak komputer seperti W32/Sality dan VBS/yuyun. Kecepatan scanning Artav juga cukup lumayan.

Desain tampilan muka yang simpel serta dukungan database virus yang terus diperbarui membuat Artav dinobatkan sebagai antivirus terbaik dari 5 antivirus lokal terbaru di salah satu forum online dalam satu acara pameran komputer di Bandung. Bahkan dalam sebuah review di situs forum, Artav menjadi rekomendasi utama..
“Saya juga tidak tahu kalau Artav mendapatkan penghargaan dan di-review menjadi anti virus lokal terbaik. Saya tahu dari komentar di situs,” katanya.

Belum Dipatenkan
Meski sudah didownload ribuan kali. Artav  ternyata belum dipatenkan. Masalah klise kembali jadi penghadang, yakni soal ketidaktahuan dan minimnya biaya. “Saya tidak tahu bagaimana mengurus paten. Sayang kalau karyanya malah dibajak,” ujar Herman, ayah Arrival.

Jumlah virus yang masuk ke dalam database-nya saat ini sudah hampir 2.000 jenis dengan hampir 500.000 varian. Dalam mengupdate databasenya, Ival rajin berburu virus ke warnet-warnet. Dia harus merelakan uang jajannya yang hanya Rp 30.000 seminggu untuk membayar warnet.

Dengan keterbatasannya itu pun Ival meminta agar pengguna komputer dapat menghormati kerja kerasnya. Yakni tidak dimanfaatkan untuk aktivitas pembajakan meski hasil karyanya belum dipatenkan. “Tolong jangan dibajak yah,” pinta Ival, polos.

sumber : http://indonesiaproud.wordpress.com/2011/01/28/arrival-dwi-sentosa-siswa-smp-pembuat-anti-virus-artav/

Muhammad Yahya Harlan: Siswa SMP Pembuat Situs ala Facebook, Saling Sapa

Seorang bocah pemalu berusia 13 tahun dan masih duduk di kelas 1 SMP Sekolah Alam Bandung yang bernama Muhammad Yahya Harlan memperkenalkan situs jejaring sosial SalingSapa bersama ayahnya.


Putra dari Yan Harlan, lulusan Arsitektur ITB ini menjadi anak muda pertama dan termuda  yang membuat situs jejaring sosial khusus muslim di Indonesia. Sejak usia 2 tahun, Yahya memang menyukai komputer. Selain itu, ia juga suka akan robot.

Salingsapa.com adalah situs yang dibuat atas dasar kewajiban Islam untuk bersilaturahmi. Banyak silaturahmi banyak rezeki, dan SalingSapa bertujuan untuk membantu mempermudah itu. Kelebihan SalingSapa adalah memiliki berbagai konten islami, seperti fitur Al-Quran (di fitur ini kita bisa dipandu agar membaca Al-Qur’annya baik dan benar), fitur khazanah (fitur ini berisi tentang dakwah islami), dan fitur radiosalingsapa (radio yang berisikan siaran islami).

SalingSapa ini memang terlihat seperti facebook, karena memang situs ini dibangun untuk memberikan alternatif media social network kepada muslimin dan muslimat untuk menggunakan sarana pertemanan/jejaring sosial milik sendiri.



 SalingSapa.com yang dirilis pada 1 Muharram 1423 H  atau 7 Desember 2010 ini memang masih dalam tahap pengembangan (development) namun sudah diakses lebih dari 46 negara, seperti Amerika Serikat, Belanda, Norwegia dan Malaysia, dengan hit 2.300.000-an dan telah memiliki lebih dari 5.500 member.
SalingSapa memiliki server sendiri di Jakarta sehingga bisa diakses dengan lebih cepat (untuk melihat/mengunggah foto atau naskah. Khusus video masih menumpang di Youtube) dan memiliki kontrol penuh dalam hal data member, serta konten yang di-upload. Konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam jelas akan bisa dihilangkan dengan mudah.

Sekalipun baru berusia 6 tahun, di SalingSapa boleh mendaftar. Beda dengan Facebook yang membatasi usia pendaftar, dimana anak-anak yang ingin punya account di facebook ‘terpaksa’ harus berbohong mengenai usia ketika melakukan registrasi.

SalingSapa.com ini akan terus dikembangkan sehingga bisa menjadi situs silaturrahmi yang menarik, dan para pengakses SalingSapa mendapat manfaat yang banyak dari sisi pencerahan spiritual, mengkaji ilmu agama, dan bertukar fikiran dengan para sahabat.

Sumber: Kaskus (komikusunda), Salingsapa.com, TVone, indonesiaproud.wordpress.com

5 Bocah Berbakat TI Unjuk Kebolehan di ITB

Di hadapan ratusan mahasiswa dan siswa sekolah yang memadati Aula Timur ITB, 5 anak berbakat di bidang teknologi dan informasi (TI), yaitu Arrival Dwi Sentosa (13), Taufik Aditya Utama (18), Muhammad Yahya Harlan (12), Fahma Waluya Rosmansyah (12), serta Hania Pracika Rosmansyah (6), menunjukkan kebolehannya di acara peluncuran Kelas Juara SKACI (Sekolah Komputer Anak Cinta Indonesia) yang diadakan oleh STEI ITB pada 11 Februari 2011.
Kelima pelajar muda tersebut secara bergantian memperkenalkan tiga produk TI buatan mereka sendiri, yaitu program antivirus Artav, situs jejaring sosial SalingSapa.com, dan aplikasi untuk ponsel Nokia.

Taufik dan Arrival mengawali presentasi dari kelima anak tersebut dengan memaparkan sekaligus mendemonstrasikan program antivirus buatannya yang diberi nama Artav. Program antivirus yang namanya diambil dari nama kedua kakak-beradik ini tidak hanya mampu mendeteksi dan menghapus beragam virus, melainkan juga menawarkan fitur-fitur unik. Hingga saat ini, Artav bisa mengatasi 1.031 jenis virus dan ratusan ribu varian lainnya.

“Enam puluh persen database virus yang ada di Artav merupakan virus lokal,” kata Arrival.
Ia mengungkapkan, pembuatan program aplikasi berbasis visual basic ini sudah diunduh oleh lebih dari 250 orang dengan urutan asal negara terbanyak dari Indonesia, Malaysia, Jepang, Singapura, lalu Amerika Serikat. Pakar keamanan jaringan internet yang juga dikenal sebagai analis forensik digital, Ruby Alamsyah, mengaku salut atas hasil karya Taufik dan Arrival.

“Program ini bisa mengatasi virus-virus yang tidak bisa dideteksi antivirus lain,” kata Ruby, yang bertindak sebagai panelis di acara tersebut. Untuk membuktikan kehandalan Artav, Ruby meminta Arrival dan Taufik membersihkan FlashDisk miliknya dari virus. Hasilnya, ditemukan virus lokal bernama “Yuyun”. Para hadirin spontan berdiri dan menyambutnya dengan tepuk tangan meriah.
Setelah Arrival dan Taufik, giliran Yahya memperkenalkan situs jejaring sosial buatannya, SalingSapa.com. Sosial media mirip Facebook ini awalnya dibuat Yahya untuk kalangan keluarga.
“Tapi saya kurang puas. Akhirnya saya kembangkan jadi seperti sekarang,” jelas Yahya.
Siswa kelas 1 SMP Alam Bandung ini sengaja membuat tampilan SalingSapa.com mirip dengan Facebook agar orang mudah dan cepat akrab. Dibantu sang ayah, Yan Harlan, website ini dilengkapi dengan fitur-fitur Islami seperti Al Quran digital.

Namun, selama berada di atas panggung, Yahya terlihat lesu. Harlan menjelaskan, anaknya memiliki penyakit asma. “Semalam dia kena asma berat, jadi tidak tidur,” tutur Harlan. Usai Yahya, selanjutnya Fahma dan adiknya, Haniya, mendemonstrasikan keahlian dalam membuat aplikasi untuk ponsel. Duo bersaudara ini sudah lebih dulu dikenal banyak orang esensi memenangi lomba software APICTA International 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia, Oktober 2010.

Keduanya juga dikenal sebagai pengembang aplikasi Nokia OVI termuda dan sudah menghasilkan banyak aplikasi untuk ponsel pintar berbasis Symbian. Setelah Fahma menyampaikan presentasi seputar kegemarannya dalam membuat aplikasi, sang adik yang saat ini duduk di kelas satu SD itu, membuat sebuah program animasi ikan dalam waktu 10 menit.
“Kalau si Haniya bukan cuma adiknya, tapi juga murid Fahma yang sudah berhasil membuat aplikasi,” ujar Yusep Rosmansyah, ayah Fahma dan Haniya, dengan bangga.

Hatta Rajasa Beri Bantuan
Ketua Ikatan Alumni ITB, Hatta Rajasa memberikan bantuan kepada 5 bocah jagoan TI. Usai memberikan kuliah umum di Aula Barat ITB, Hatta pun menyaksikan kehebatan kelima bocah tersebut yang sebelumnya bersiap-siap di ruang VIP Aula Barat. Di depan Hatta, masing-masing mendemonstrasikan karyanya.
Dihadapan dengan lima bocah berprestasi ini, Hatta pun spontan menanyakan apa yang mau diminta dari dirinya. Berbinar mata kelima bocah ini. Terlebih Arrival dan Taufik. Sambil malu-malu, Arrival pun mengungkapkan keinginannya.

“Saya ingin buku. Sama saat ini kan kita baru dapat 1 laptop dari XL. Sedangkan kakak saya butuh buat membantu saya mendesain. Jadi kalau boleh, saya mau laptop satu lagi buat kakak saya,” katanya.
Hatta pun menanyakan kepada Taufik, sang kakak. “Kamu mau apa lagi,” tanyanya.
“Saya ingin kuliah pak. Saya dari kecil ingin masuk ITB. Kalau ada saya mau beasiswa pak,” kata Taufik.
Hatta yang sebelumnya menjanjikan akan memberikan beasiswa pun langsung menyanggupi. “Saya tahu dari rektor kamu sudah mendaftar kan? Kalau sudah diterima, hubungi saya. Saya akan berikan beasiswa,” tegasnya.
Setali tiga uang, Fahma dan Hania pun melontarkan keinginannya di hadapan menteri. “Saya butuh laptop,” kata Fahma. “Saya juga,” sambung adiknya.

Permintaan yang berbeda disampaikan oleh Yahya. Bukan meminta fasilitas beasiswa atau perangkat, dirinya malah meminta ke Hatta Rajasa untuk disediakan server guna menunjang situs buatannya.
“Sekarang trafiknya sudah 1,6 juta. Sudah tidak kuat. Lagian ini kan situs yang dinamis, jadi saya butuh 3 server untuk ini,” ucapnya.
Mendengarkan kebutuhan-kebutuhan kelima bocah ini, Hatta pun langsung menyanggupinya. Bahkan dirinya berpesan agar mereka terus mengembangkan kreativitasnya. Disamping itu juga mereka harus perhatikan pendidikan formalnya.
“Mulai sekarang kalian harus bertekad akan memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa ini. Terus kembangkan kreativitas dan sekolah juga harus sampai selesai. Serta jangan lupa untuk berbakti kepada kedua orang tua kalian,” pesan Hatta.

Sumber: Kompas.com, DetikInet

Sabtu, 12 Februari 2011

Lima Bocah Pamer Teknologi di ITB

BANDUNG - Lima anak berbakat di bidang teknologi dan informasi (TI), yaitu Arrival Dwi Sentosa (13), Taufik Aditya Utama (18), Muhammad Yahya Harlan (12) Fahma Waluya Rosmansyah (12), serta Hania Pracika Rosmansyah (6), menunjukkan kebolehannya di acara peluncuran Kelas Juara SKACI (Sekolah Komputer Anak Cinta Indonesia) yang diadakan oleh STEI ITB, Jumat (11/2/2011) kemarin.
Di hadapan ratusan mahasiswa dan siswa sekolah yang memadati Aula Timur ITB, Bandung, kelima pelajar muda tersebut secara bergantian memperkenalkan tiga produk TI buatan mereka sendiri, yaitu program antivirus Artav, situs jejaring sosial SalingSapa.com, dan aplikasi untuk ponsel Nokia.
Taufik dan Arrival mengawali presentasi dari kelima anak tersebut dengan memaparkan sekaligus mendemonstrasikan program antivirus buatannya yang diberi nama Artav. Program antivirus yang namanya diambil dari nama kedua kakak-beradik ini tidak hanya mampu mendeteksi dan menghapus beragam virus, melainkan juga menawarkan fitur-fitur unik. Hingga saat ini, Artav bisa mengatasi 1.031 jenis virus dan ratusan ribu varian lainnya.
"Enam puluh persen database virus yang ada di Artav merupakan virus lokal," kata Arrival kepada Kompas.com.
Ia mengungkapkan, pembuatan program aplikasi berbasis visual basic ini sudah diunduh oleh lebih dari 250 orang dengan urutan asal negara terbanyak dari Indonesia, Malaysia, Jepang, Singapura, lalu Amerika Serikat. Pakar keamanan jaringan internet yang juga dikenal sebagai analis forensik digital, Ruby Alamsyah, mengaku salut atas hasil karya Taufik dan Arrival.
"Program ini bisa mengatasi virus-virus yang tidak bisa dideteksi antivirus lain," kata Ruby, yang bertindak sebagai panelis di acara tersebut.
Untuk membuktikan kehandalan Artav, Ruby meminta Arrival dan Taufik membersihkan FlashDisk miliknya dari virus. Hasilnya, ditemukan virus lokal bernama "Yuyun". Para hadirin spontan berdiri dan menyambutnya dengan tepuk tangan meriah.
Setelah Arrival dan Taufik, giliran Yahya memperkenalkan situs jejaring sosial buatannya, SalingSapa.com. Sosial media mirip Facebook ini awalnya dibuat Yahya untuk kalangan keluarga.
"Tapi saya kurang puas. Akhirnya saya kembangkan jadi seperti sekarang," jelas Yahya.
Siswa kelas 1 SMP Alam Bandung ini sengaja membuat tampilan SalingSapa.com mirip dengan Facebook agar orang mudah dan cepat akrab. Dibantu sang ayah, Yan Harlan, website ini dilengkapi dengan fitur-fitur Islami seperti Al Quran digital.
Namun, selama berada di atas panggung, Yahya terlihat lesu. Harlan menjelaskan, anaknya memiliki penyakit asma.
"Semalam dia kena asma berat, jadi tidak tidur," tutur Harlan.
Usai Yahya, selanjutnya Fahma dan adiknya, Haniya, mendemonstrasikan keahlian dalam membuat aplikasi untuk ponsel. Duo bersaudara ini sudah lebih dulu dikenal banyak orang esensi memenangi lomba software APICTA International 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia, Oktober 2010.
Keduanya juga dikenal sebagai pengembang aplikasi Nokia OVI termuda dan sudah menghasilkan banyak aplikasi untuk ponsel pintar berbasis Symbian. Setelah Fahma menyampaikan presentasi seputar kegemarannya dalam membuat aplikasi, sang adik yang saat ini duduk di kelas satu SD itu, membuat sebuah program animasi ikan dalam waktu 10 menit.
"Kalau si Haniya bukan cuma adiknya, tapi juga murid Fahma yang sudah berhasil membuat aplikasi," ujar Yusep Rosmansyah, ayah Fahma dan Haniya, dengan bangga.
sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2011/02/12/10011726/Lima.Bocah.Pamer.Teknologi.di.ITB

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Modern Warfare 3